Featured Post

Legenda Olah Raga Indonesia

Pada masa kejayaannya, dunia olah raga Indonesia menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kawasan Asia bahkan dunia. Atlit-atlit Indonesia d...

Sep 21, 2010

Film Avatar

 
Avatar
Avatar


Film Avatar. Omaticaya, demikianlah mereka menyebut ras mereka sendiri. Mereka adalah salah satu mahluk hidup yang menghuni Pandora, sebuah benda angkasa sejenis bulan yang mengorbit sebuah planet. Planet tersebut berada tidak jauh dari tatasurya kita, tempat planet bumi yang dihuni oleh manusia. Omaticaya adalah Ras Fiksi yang hidup dalam film berjudul Avatar karya sutradara James Cameron.

Ketika kita menonton film Avatar, kita akan disuguhi keindahan pemandangan yang sangat warna-warni. Kita akan melihat berbagai macam mahluk hidup yang menghuni pandora, tanaman-tanaman yang memendarkan cahaya indah di malam hari, hewan mirip badak tapi kepalanya mirip kepala ikan hiu martil, pohon raksasa setinggi gedung pencakar langit, dan tentu saja pemandangan langit Pandora yang berhiaskan Planet induknya dan dihiasi dua saudara pandora, sama-sama satelit yang mengorbit planet.

Keasyikan menonton film yang satu ini, sepertinya sulit untuk digambarkan dengan kata-kata. Seperti kata pepatah, gambar itu bisa bicara berjuta bahasa. Jadi mendingan lihat filmnya daripada baca ringkasannya. Adapun yang ingin saya sampaikan disini adalah, pesan moral yang saya tangkap dari cerita film ini.

Cerita utama dari film ini adalah kisah penduduk asli (Ras Omaticaya) yang berjuang mempertahankan diri dan lingkungannya dari upaya penjarahan dan pengrusakan yang dilakukan oleh pendatang (Ras Manusia). Manusia atau lebih tepatnya sebuah perusahaan tambang milik manusia, berusaha mengusir para Omaticaya dari tempat tinggal mereka, karena di dalam tanah di bawah tempat tinggal mereka itu, terdapat bahan tambang yang sangat berharga.

Sebagai penonton, yang tentu saja Ras Manusia, kita tetap membela Ras Omaticaya ini, kita berada di pihak mereka. Kita membenci Ras Manusia yang serakah dan tidak berperasaan. Kita tidak setuju dengan upaya para manusia mengusir Omaticaya dari tanah tempat tinggal mereka.

Padahal, hello... kita manusia kan? Kenapa kita harus memihak Omaticaya? apa yang menyebabkan kita berpihak pada mereka? jawaban sederhananya adalah karena Omaticaya berada di pihak yang benar. Kita akan dengan mantap menjawab bahwa kita memihak kebenaran. Omaticaya, meski mereka itu alien, mahluk asing yang tidak ada hubungan apapun dengan kita, tetap kita bela, karena mereka berada dipihak yang benar.

Hebat bukan ?

Sekarang mari kita bertanya lagi, apakah semangat membela pihak yang benar itu selalu kita terapkan dalam kehidupan kita? Bagaimana dengan nepotisme yang menjamur dimasyarakat kita. Banyak yang lebih mendahulukan keluarga dan saudara untuk menduduki suatu jabatan atau diangkat menjadi PNS misalnya, daripada orang lain. Meskipun orang lain tersebut lebih kompeten dibanding saudaranya itu. Atau ketika anak kita bertengkar dengan anak tetangga, kita pasti membela anak kita, tidak peduli apakah anak kita berada di pihak yang benar atau salah.

Jadi, kalau film itu fiksi apakah keberpihakan kita pada kebenaran juga fiksi?