Featured Post

Mudahnya perpanjang STNK dengan eSAMSAT

Awalnya saya menyangka STNK motor saya itu habis masa berlakunya bulan Juni ini. Ternyata oh ternyata setelah dilihat lagi, tanggal berlaku...

Jul 29, 2013

Pengangguran vs Freelancer

Pencari kerja. (sumber: fokusriau.com)
Pencari kerja. (sumber: fokusriau.com)

Penduduk Indonesia pada tahun 2011 adalah 242.325.638 (sumber: bank Dunia) dan tahun 2013 ini tentunya lebih dari itu. Dari manusia sebanyak itu, yang bekerja adalah sebanyak 121,2 juta orang (sumber: bps, data bulan Februari 2013) sebagian lain tidak bekerja karena masih anak-anak atau sudah lanjut usia atau belum mendapat pekerjaan alias pengangguran.

Bagaimana orang bisa menjadi pengangguran? penyebabnya banyak dan pengangguran itu sendiri kategorinya banyak, ada yang betul-betul tidak bekerja dan karenanya tidak punya uang, ada juga yang bekerja dan menghasilkan uang tapi tidak mencukupi, dan lain-lain. Disini saya tidak akan membahas serba-serbi pengangguran. Karenanya kita abaikan aja segala definisi pengangguran tsb. Kita pakai satu kata aja Pe-ngang-gu-ran, dengan segala definisinya. ^_^

Ok, menurut data statistik di BPS (biro pusat statistik), jumlah Pengangguran Terbuka di Indonesia sampai Februari 2013 adalah 7,170,523 orang. Dan dari jumlah itu, sebanyak 1,461,531 adalah orang yang berpendidikan SMU Kejuruan, Diploma dan Sarjana. Sayang sekali bukan. Padahal orang-orang dengan pendidikan minimal SMU Kejuruan ini tentulah orang yang mempunyai keahlian. Mereka adalah asset Negara yang potensial. Sayangnya lapangan kerja yang tersedia tidak sebanyak lulusan yang dihasilkan. Alhasil SDM-SDM berkualitas ini tidak teroptimalkan produktifitasnya.

Jika saja lapangan kerja bisa diperluas, maka penduduk yang punya keahlian tersebut akan terserap dan timbal baliknya, mereka juga akan menjadi lebih baik secara ekonomi. Pertanyaanya: Bagaimana caranya supaya lapangan kerja ini bertambah?

Manusia yang hidup di planet bumi sekarang ini ada kurang lebih 7 milyar orang. Dalam menjalani kehidupannya sehari-hari pasti akan muncul berbagai masalah dan berbagai kebutuhan yang tak terhitung jumlahnya. Masalah dan kebutuhan-kebutuhan tersebut tidak selamanya bisa diselesaikan oleh diri sendiri. Untuk mengatasi masalah dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut tak jarang diperlukan bantuan dari orang yang ahli dibidangnya.

Ini adalah lapangan pekerjaan.

Namun lapangan pekerjaan ini untuk sementara masih terkotak-kotak, terbatasi oleh berbagai kendala. Bisa jadi di satu tempat di Eropa pekerjaan begitu banyak dan si satu tempat di Asia Tenggara, tenaga ahli begitu banyak. Tapi karena tidak ada saluran yang bisa mempertemukan mereka, meski kedua daerah ini saling membutuhkan, tidak pernah terjadi kerjasama.

Untuk menjawab kebutuhan akan sarana bertemunya tenaga ahli dengan orang yang membutuhkan bantuan, hadirlah  freelancer.com. Sebuah website tempat bertemunya orang yang mempunyai masalah/kebutuhan dan ahli-ahli yang bisa menyelesaikannya. Hadir di jagat maya pada tahun 2009 melalui tangan Matt Barrie, freelancer.com berusaha menjembatani kebutuhan akan tenaga ahli ini.

Kita mungkin sudah familiar dengan berbagai situs jejaring sosial semacam facebook, twitter, linkedin, dsb. Nah,  freelancer.com ini fungsinya kurang lebih seperti linkedin. Bedanya, kalau linkedin itu situs jejaring sosial untuk para pekerja, dimana perusahaan yang mencari karyawan dan orang yang mencari pekerjaan bisa bertemu. Sedang freelancer.com lebih ke proyek-proyek satuan. Orang yang punya proyek dan butuh orang yang bisa mengerjakan proyeknya tsb, bisa mengiklankan proyeknya di freelancer.com. Begitu juga dengan para freelancer, orang yang punya keahlian dan lagi cari obyekan supaya dapet duit, bisa mencari obyekan di freelancer.com

Cara kerja freelancer.com ini adalah, pertama-tama kita harus menjadi anggotanya dengan membuat account disana. Setelah menjadi anggota maka kita bisa menjadi Employer alias orang yang mempunyai proyek, bisa juga menjadi Freelancer alias orang yang akan mengerjakan proyek-proyek sesuai keahlian yang kita miliki.

Adapun mekanisme penentuan siapa freelancer yang akan mengerjakan proyek tsb, ditentukan melalui mekanisme lelang. Ketika kita menjadi Employer, maka kita bisa memajang iklan kita disini, misalnya: dibutuhkan orang yang bisa memperbaiki piano akustik merek Yamaha. Nah nanti anggota-anggota Freelancer.com yang lain akan melihat iklan tersebut. Lalu mereka akan Nge-bid istilahnya, atau ikut lelang. Si Employer nanti memilih, kira-kira freelancer yang mana yang paling cocok mengerjakan perbaikan piano tsb.

freelancer.co.id
Freelancer.com adalah website global untuk seluruh dunia. Didalamnya terdapat semua orang dari seluruh dunia. Mereka memajang iklan proyek dan para freelancer nge-bid. Dan semua ini lintas Negara. Bisa saja Employernya orang Australia dan freelancernya orang Rusia, atau Employernya orang Singapura dan Freelancernya orang Singaparna, Jawa Barat.

Dalam perjalanannya, freelancer.com melihat bahwa Indonesia mempunyai potensi yang besar. Dengan penduduknya yang banyak dan angkatan kerja yang tinggi, Indonesia mempunyai banyak tenaga ahli potensial. Untuk itu freelancer.com kemudian meluncurkan website versi lokal Indonesia yakni freelancer.co.id dengan berbagai fitur localnya yang memudahkan kita, orang Indonesia "main freelancer".

Kembali ke masalah pengangguran. Dengan memanfaatkan media jejaring sosial semacam freelancer.co.id ini, maka orang yang termasuk dalam Pengangguran Terbuka tapi punya keahlian tadi, yang 1,461,531 orang itu, bisa mendapatkan pekerjaan dan karenanya bisa mendapatkan uang. Mereka bisa menjadi anggota website tersebut dan ikut berbagai lelang proyek sesuai keahlian yang dimiliki.

Dengan demikian mudah-mudahan masalah pengangguran di Negara Indonesia tercinta ini bisa mendapat solusi alternatif.

@aa_irpan