Featured Post

Mudahnya perpanjang STNK dengan eSAMSAT

Awalnya saya menyangka STNK motor saya itu habis masa berlakunya bulan Juni ini. Ternyata oh ternyata setelah dilihat lagi, tanggal berlaku...

Nov 3, 2013

Bisnis, dilihat dari luar angkasa


Sebenarnya saya masih meraba-raba apa saja poin-poin yang ingin saya sampaikan pada tulisan ini. Namun daripada ide-idenya berseliweran di benak bikin pusing, mending saya tumpahkan saja pada blog. Tak peduli ada poin idenya atau tidak. ^_^

Yang berseliweran kali ini adalah seputar bisnis dan orang-orang yang menjalankannya. Ya, orang sekarang kan pada rame melakukan usaha sampingan (bagi yang punya pekerjaan tetap). Ada juga yang jumawa jadi wirausaha, dengan berbagai dalih konsep kuadran.

Maaf nih katlimat yang keluar kok sinis ya? lagi galau kali ni si penulisnya.

Namun percaya deh didalam hati saya tidak ada rasa iri maupun dengki kepada para pelaku bisnis. Saya hanya mengutarakan pendapat saya dari sudut pandang yang saya sebut "Holistic Point of View" - Sudut Pandang Semesta.

Pada film-film terutama film Science Fiction, terkadang suka ada adegan kamera yang zoom out dari satu orang, naik ke atas sampai kelihatan gedung, terus keatas sampai kelihatan pulaunya, terus lagi keatas sampai kelihatan bumi bulat, teruuuuusssssss sampai kelihatan galaksi dan terus menjauh sampai piringan galaksi tersebut mengecil dan terlihat seolah seperti setitik cahaya.

Nah dengan menggunakan cara yang sama, mari kita "zoom out" pandangan kita, khsusunya pada urusan bisnis. Ketika "kamera" menyorot kita sebagai individu, maka yang terpikirkan oleh kita adalah, bisnis itu menghasilkan uang. Dan uang yang banyak bisa dipergunakan untuk membeli berbagai hal yang kita mau. Rumah, mobil, liburan ke luar negeri, beli jam tangan mahal, tas seharga ratusan juta, dll. Pokoknya kalau bisnis kita berhasil dan kita kaya, maka kita bahagia.

Berdasar pada pemikiran itu, mulailah kita mencari berbagai cara dan celah untuk melakukan bisnis dan mendapatkan uang yang banyak. Berbagai bisnis dilakoni, jualan berbagai barang, jadi makelar, sampai memanfaatkan dunia maya alias internet untuk mendapatkan uang, seperti afiliasi click bank, adsense, youtube, dll dsb. Sebagian orang masih menggunakan panduan halal-haram, namun tidak sedikit juga yang "who care".

Nah dari "zoom kamera" rendah sebatas individu, maka berbisnis apapun asal menghasilkan uang itu OK OK saja. Betul?

Sekarang mari kita "zoom out" lagi kameranya lebih tinggi. Kita lihat si Individu pebisnis tadi berada diantara manusia-manusia lain. Ketika si pebisnis ini menjalankan bisnisnya, seberapa besar pengaruh operasi bisnisnya tersebut pada manusia-manusia disekitarnya. Misalnya si pebisnis ini jualan bubur ayam (meski belum naik haji ^_^). Maka bisnis yang dilakoninya ini bisa memberi manfaat berupa makanan untuk sarapan kepada orang-orang disekitarnya. Kalau ada yang berbisnis jadi tukang jahit, maka bisnis tukang jahitnya ini memberikan manfaat berupa jasa menjahitkan baju. Orang-orang bisa membuat baju sesuai seleranya. Namun apa jadinya kalau si Pebisnis ini jualan narkoba. Apa manfaatnya buat manusia di sekelilingnya?

Well, mungkin contoh bisnis narkoba terlalu kontras, maksudnya ya iyya lah, narkoba gitu loh, mana ada manfaatnya, merusak sih iya. Ok, sekarang gimana dengan bisnis autoblog. Jadi ada orang yang dapet duit dari menayangkan iklan di blognya dia. Trus si blog tersebut tidak diisi oleh dia. Dengan memanfaatkan program-program otomatis, blog tersebut "ada artikelnya", namun artikel tersebut tidak ada isinya. Hanya serangkaian  tulisan hasil comot sana sini, yang dilakukan oleh program otomatis. Si pemilik blog otomatis ini bisa dikatakan berbisnis, dia menjual iklan. Namun apakah bisnisnya ini mempunyai manfaat buat manusia yang membuka blog tsb?

Dalam sudut pandang agak tinggi ini, maka bisnis tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang OK OK saja. Dari sudut pandang agak tinggi, ketika kita akan melakukan bisnis, kita harus mempertimbangkan "manfaat" dari operasional bisnis kita pada manusia di sekitar kita.

Ok, sekarang mari kita "zoom out" lagi kameranya lebih ke atas lagi. Kita lihat si Pebisnis ini berada diantara manusia dan juga alam sekitar. Bagaimana pengaruh operasional bisnisnya selain pada manusia juga pada alam sekitar. Misalnya, ketika si Pebisnis ini menjalankan bisnis pabrik Textil. Jika dilihat dari segi manfaat kepada manusia, iya dia memenuhi kebutuhan manusia akan pakaian dan berbagai peralatan rumah tangga berbahan kain. Selain itu, bisnis pabriknya ini memberi penghidupan kepada ribuan karyawan pabriknya.

Namun disisi lain operasional pabrik textil ini menghasilkan limbah. Nah si limbah ini tidak dikelola dengan baik oleh si pebisnis. Akibatnya limbah pabriknya ini mencemari alam. Ekosistem jadi rusak karenanya.

Nah pada sudut pandang yang lebih tinggi  ini, maka bisnis tidak lagi asal jalan dan asal bermanfaat. Namun bisnis yang kita jalankan juga tidak boleh sampai merusak alam. Ehm.. para penambang dan orang yang bekerja di industri pertambangan... bagaimana kabarnya alam sekitar? baik-baik saja? syukurlah kalau baik-baik saja mah. ^_^

Kayaknya kalau kita "zoom out" lagi kameranya masih bisa nih. Ok, kita zoom out lagi kameranya. Kita terbang ke antariksa, kita lihat planet bumi dari luar angkasa. Planet Bumi, salah satu benda yang ada di alam semesta. Dia mengorbit bintang yang disebut matahari. Di dalam planet ini ada kehidupan, berbentuk mahluk organik yang didominasi oleh unsur karbon. Diantara semua mahluk organik tersebut, ada satu jenis mahluk yang dominan. Mahluk ini menamakan dirinya sendiri Manusia.

Mahluk manusia ini ada dua jenis, Pria dan Wanita. Jenis yang berbeda ini berfungsi untuk reproduksi, memperbanyak manusia. Namun dalam perjalanan kehidupannya, mahluk manusia ini ternyata sangat kompleks. Karena mereka, dalam menjalani kehidupannya tidaklah sesederhana makan, tidur dan berreproduksi. Banyak hal-hal yang mereka butuhkan dan mereka lakukan, diluar kebutuhan-kebutuhan dasar.

Dalam prakteknya proses pemenuhan kebutuhan ini menggunakan suatu alat tukar yang disebut uang. Dan para manusia mengumpulkan uang tersebut dengan berbagai cara. Bagi mahluk-mahluk manusia itu, uang yang banyak sangat penting, karena dengan uang yang banyak mereka bisa memenuhi semua kebutuhan-kebutuhannya.

Namun sayangnya usaha-usaha mereka mengumpulkan uang terkadang merusak harmoni kehidupan antar sesama manusia maupun antara manusia dengan lingkungan sekitarnya. Hemmm.... jika kejadian ini terus berlanjut, kemungkinan planet ini akan rusak. Dan mahluk-mahluk organik berbahan dasar karbon itu akan musnah.

So... be it..... Planet Bumi mereka ini hanya titik kecil di angkasa. Kerusakan planet dan kemusnahan mahluk hidup didalamnya tidak berpengaruh. Alam semesta terlalu luas dan seakan tanpa batas.

Komputer, arahkan pesawat ke konstelasi 5379B, tujuan berikutnya Pandora....



***
@aa_irpan