Featured Post

Legenda Olah Raga Indonesia

Pada masa kejayaannya, dunia olah raga Indonesia menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kawasan Asia bahkan dunia. Atlit-atlit Indonesia d...

Nov 26, 2013

Orang Kantoran naik gunung–part 3

Kondisi puncak saat itu cerah namun berangin cukup kuat. Alhasil suhu diatas lumayan dingin tapi kering. Angin yang bertiup kuat menerbangkan debu-debu. Tanah di puncak gunung Gede memang berupa pasir. Dan yang disebut puncak ini bukanlah benar-benar puncak, karena berupa jalur tanah di bibir kawah. Saya sih mikirnya, mungkin sebelum meletus, “puncak” gunung Gede ini bisa lebih tinggi lagi.

Satu yang unik dari puncak Gede ini adalah, di puncak ada pedagang nasi uduk, minuman hangat dan mie instan. Keberadaan pedagang ini disatu sisi jadi anugrah, karena sangat membantu pendaki untuk mengisi tenaga. Namun disisi lain, keberadaan para pedagang ini seolah mementahkan euforia pencapaian.
Kebayang gak pas kita menginjakan kaki di mulut kawah, di puncak Gunung Gede, kita mengangkat dua tangan terkepal keatas dan berteriak: “Horeeee… kita mencapai puncaaaak….”, eh…. tiba-tiba dateng bapak-bapak: “nasi uduk, nasi uduk…” Gubraak…. ^_^

Tapi itu gak penti bagi kami, orang-orang kantoran yang sebagian baru pertama mendaki gunung. Bisa sampai puncak aja udah anugrah banget. Setelah melewati semua medan penuh tanjakan dan hawa dingin, berjuang melawan mabuk gunung, sampai di puncak membuat semua penderitaan itu tak terasa.
Pada kesempatan ini, dimanfaatkan untuk bernarsis ria. Foto-foto dengan berbagai gaya.

Setelah dirasa cukup berfoto dan beristirahat, rombongan pun kembali turun gunung. Waktu menunjukkan jam 8 pagi…..

Orang kantoran naik gunung - part 1
Orang kantoran naik gunung - part 2