Featured Post

Mudahnya perpanjang STNK dengan eSAMSAT

Awalnya saya menyangka STNK motor saya itu habis masa berlakunya bulan Juni ini. Ternyata oh ternyata setelah dilihat lagi, tanggal berlaku...

Jul 14, 2014

Wanita itu Pasif Aktif

PASIF AKTIF adalah istilah yang biasa saya gunakan untuk menggambarkan perilaku perempuan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam hal penampilan. Btw, ini murni opini pribadi yang tidak berdasarkan riset psikologis atau apapun. Jadi mohon jangan tanya saya dasar hukum penggunaan istilah itu ya ^_^

Maksudnya apa Pasif Aktif itu?

Kita ambil contoh seorang gadis yang masih single. Meski sekarang jaman Millenium ketiga, namun dalam urusan menyatakan rasa cinta, masih banyak yang menganut cara tradisional. Dimana biasanya laki-laki yang aktif “nembak” wanita yang disukainya. Sedang wanita terkesan netral, kalau si wanita suka ya diterima, kalau tidak suka ya ditolak.

Namun betulkah si wanita ini netral dan diam saja. Sepertinya tidak ya. Para wanita dilengkapi dengan naluri untuk selalu berpenampilan menarik. Dengan berpenampilan menarik, maka kehadirannya akan menarik perhatian banyak laki-laki, sehingga si wanita tinggal “memilih” laki-laki mana yang disukainya. ^_^

Wanita suka tampil menarik


Inilah yang saya maksud Pasif Aktif. Wanita terkesan pasif, tidak menyatakan rasa sukanya terhadap seorang laki-laki. Namun diam-diam, dia juga aktif membuat dirinya tampil menarik, sehingga bisa menarik perhatian laki-laki, khususnya laki-laki yang disukainya. Dan diharapkan laki-laki tersebut tumbuh rasa cinta kepadanya dan menyatakannya.

Namun ternyata naluri untuk berpenampilan menarik dan sikap pasif aktif ini, tidak sebatas untuk menarik perhatian pasangan saja. Karena dalam kehidupan sehari-hari pun wanita selalu ingin berpenampilan menarik, meskipun tidak bertujuan untuk mendapatkan pasangan.
Sayangnya banyak wanita yang mengikuti naluri ini dalam porsi yang sangat banyak, sehingga untuk ukuran tradisi Timur terlebih lagi untuk ukuran agama Islam, wanita yang berpenampilan terlalu menarik ini bisa jadi dinilai telah melewati batas.

Misalnya, seorang gadis yang mengenakan kaos ketat dan celana “Gemes” (istilah untuk celana pendek yang sampai pangkal paha), kemudian dia dengan ceria jalan-jalan ke Mall. Dijamin 1000% penampilannya itu akan menarik perhatian. Jangankan gadis yang cantik, gadis yang berparas biasa pun kalau memakai pakaian seperti ini, bisa membuat semua mata terutama mata lelaki, untuk meliriknya.

Gadis bercelana "gemes"

Masalahnya, di bulan puasa ini orang yang puasa harus bisa menjaga dirinya tidak saja dari hal-hal yang membatalkan puasa, tapi juga dari hal-hal yang bisa merusak pahala puasa. Salah satunya adalah melihat bagian-bagian tubuh wanita, selain wajah dan tangan (Aurat).
Nah ketika sang gadis bercelana gemes ini jalan-jalan di Mall, apa yang akan terjadi pada pengunjung Mall lainnya yang kebetulan puasa?

Dari sudut pandang si Gadis bercelana gemes, memang itu hak nya dia untuk mengenakan pakaian jenis apapun, hak nya dia untuk berpenampilan seperti apapun. Namun disisi lain, perilakunya ini membawa dampak pada orang-orang disekitarnya, terlebih sekarang banyak orang yang sedang berpuasa.

Selain itu, reaksi laki-laki yang melihat dirinya juga ada berbagai macam. Ada yang begitu melihat dia segera memalingkan pandangannya ke tempat lain, ada juga yang sebaliknya justru menikmati “keindahan” yang terpampang di depan matanya.

Baiklah, gadis bercelana gemes memang contoh yang ekstrim. Contoh lainnya adalah di tempat kerja. Busana kerja wanita-wanita juga dilandasi oleh undang-undang “naluri berpenampilan menarik” ^_^. Salah satu yang sedang nge-tren sekarang ini adalah busana kerja berbahan Sifon yang transparan.
Dengan mengenakan busana seperti ini, seorang wanita memang tampil formal, namun sekaligus sensual. Betapa tidak, meski modelnya kemeja kerja, namun bahannya yang transparan bisa memperlihatkan “jeroan” yang dikenakan sang wanita. Penampilan seperti ini justru lebih menarik daripada wanita yang benar-benar membuka bajunya dan hanya menyisakan “jeroan”. Lebih menimbulkan rasa penasaran.

Kemeja kerja transparan

Penampakan wanita dengan busana seperti ini, sungguh sungguh menjadi godaan berat terutama bagi para lelaki yang sedang berpuasa yang kebetulan adalah rekan-rekan kerja sang wanita berbaju Sifon. Lebih parah lagi, para lelaki ini tidak bisa menghindarinya, karena mereka di area kerja yang sama dan mereka akan bertemu dan bersama-sama selama jam kerja.

Kalau sudah begini, untuk urusan pahala Puasa yang bisa dilakukan hanya berserah diri pada Yang Maha Kuasa….. ^_^


***