Featured Post

Legenda Olah Raga Indonesia

Pada masa kejayaannya, dunia olah raga Indonesia menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kawasan Asia bahkan dunia. Atlit-atlit Indonesia d...

Aug 27, 2014

Air, kunci Indonesia sehat dan maju

"Keberadaan industri air kemasan bisa membawa berkah jika saja terjadi sinergi dan hubungan timbal balik."



Pada tanggal 17 Agustus 2014, genap 69 tahun sudah usia Negara Kesatuan Republik Indonesia. Indonesia, sebuah wilayah negara yang membentang di garis tengah planet Bumi ini. Negri yang terdiri dari beribu pulau yang kesemuanya memiliki tanah yang subur. Negri ini juga dihuni oleh penduduk yang banyak. Menurut hasil Sensus Penduduk tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia itu sudah mencapai 237.641.326 jiwa (sumber: situs bps). Ini menempatkan Indonesia di posisi ke-4 jumlah penduduk terbanyak di dunia.

Jumlah penduduk yang hampir seperempat milyar ini merupakan potensi yang sangat besar yang bisa jadi modal untuk menjadikan Indonesia menjadi negara yang maju. Namun itu akan tercapai jika manusia-manusianya adalah manusia yang berkualitas.

Kualitas seorang manusia memang ditentukan oleh banyak faktor.
Salah satu faktor yang penting adalah kesehatan. Manusia yang sehat jasmani dan rohaninya, tentulah merupakan manusia yang berkualitas. Supaya jasmani seseorang itu sehat, dia harus mengkonsumsi makanan yang bergizi dan meminum air yang cukup. Air yang diminum bukanlah sekedar air, namun sebaiknya memiliki kandungan mineral-mineral alami. Karena tubuh manusia membutuhkan mineral-mineral ini untuk mendukung aktifitas metabolisme di dalam tubuhnya. Namun sayangnya air minum kaya mineral kini semakin susah didapat. Apalagi bagi orang yang tinggal di kota-kota besar.

sumber: gobanro.blogspot.com

Seperti kita ketahui, penyebaran penduduk Indonesia tidaklah merata. Seiring perkembangan pembangunan -yang sayangnya banyak terpusat di kota- hal ini mendorong arus urbanisasi. Akibatnya penduduk Indonesia banyak terpusat di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dsb. Di Jakarta misalnya, menurut catatan kemendagri, pada tahun 2011 Jakarta dihuni oleh 9.809.857 jiwa. Sedang luas Jakarta adalah 664,01 Km2. Maka, jika dirata-ratakan maka setiap km persegi wilayah Jakarta, dihuni oleh 14.774 jiwa. Hal ini mengantarkan Jakarta menduduki posisi 16 dari Kota-kota terpadat di dunia, yang nomor 1 nya diduduki oleh kota Shanghai, China (Sumber: wikipedia).

Jumlah orang sebanyak itu tentulah membutuhkan air yang sangat banyak untuk mendukung aktifitas kehidupannya. Untuk memenuhi kebutuhan akan air, tersedia beberapa sumber air seperti: membuat sumur bor untuk mengambil air tanah atau menggunakan air sungai. Namun sayangnya kesemua sumber air tersebut sekarang ini tidak lagi memenuhi standar kebersihan air kosumsi, ini dikarenakan sudah tingginya tingkat pencemaran lingkungan yang terjadi di kota. Oleh karena itu masyarakat perkotaan jadi tergantung pada sumber air alternatif. Untuk air minum, sumber alternatifnya adalah air kemasan.

Air kemasan ini biasanya berupa air yang diambil dari sumber-sumber mata air alami di kaki-kaki gunung kemudian dikemas secara modern dan didistribusikan. Yang kesemua proses tersebut merupakan suatu industri komersial tersendiri dan para pelakunya adalah perusahaan-perusahaan swasta baik dalam maupun luar negri.

Industri air kemasan
Hanya saja ketika masalah air konsumsi menjadi industri komersial, maka hukum bisnis pun berlaku, yakni mencari untung. Nah industri - industri air kemasan ini, demi mendapatkan untung tak jarang melakukan hal-hal yang merugikan lingkungan sekitar. Banyak terjadi mata airnya disedot sebesar-besarnya untuk memenuhi target penjualan agar sesuai dengan yang telah ditentukan. Akibatnya air tanah menjadi sedikit. Dan yang merasakan akibatnya secara langsung adalah para petani yang berada di sekitar industri air minum kemasan tersebut. Sungai-sungai yang mengaliri sawah-sawah mereka, volume airnya jadi berkurang.

Menyusutnya jumlah air tanah memang bukanlah sepenuhnya salah perusahaan air minum kemasan, karena penyusutan volume air tanah ini juga terjadi akibat penebangan hutan di kaki dan lereng gunung, yang kemudian wilayah hutan yang ditebang ini selain diambil kayunya, lahannya pun dijadikan ladang.

Perambahan hutan

Namun sepertinya para petani itu belum begitu sadar akan pentingnya hutan untuk kelestarian air tanah. Karenanya diharapkan perusahaan-perusahaan air minum kemasan yang notabene dikelola oleh orang-orang yang "lebih mengerti", haruslah lebih proaktif dalam hal menjaga kelestarian air tanah. Langkah-langkah proaktif yang bisa diambil diantaranya adalah dengan gerakan penghijauan. Wilayah-wilayah yang jadi daerah penampungan air, yang tadinya gundul dihutankan kembali. 

Kembali ke masalah keuntungan, industri air kemasan meski tetap butuh modal untuk mendirikan pabrik dan biaya operasional sehari-hari, namun mereka tidak mengeluarkan biaya untuk membeli bahan baku. Karena bahan bakunya yakni air tinggal mengambil saja dari tanah. Sehingga keuntungannya bisnis air kemasan ini tentu tidaklah sedikit. Nah, alangkah baiknya jika keuntungan tersebut tidak seluruhnya dinikmati oleh pemilik industri saja, namun sebagian dibagikan juga kepada rakyat Indonesia. Karena bukankah air tanah yang mereka jadikan lahan bisnis itu adalah milik rakyat Indonesia?

Adapun bentuk "bagi hasil" ini bisa berupa pembangunan sarana air bersih di daerah-daerah yang kesuiltan air. Dengan pembangunan sarana air bersih ini, maka derajat kesehatan penduduk di wilayah itu bisa meningkat. Karena kini para penduduk tersebut bisa mandi, sanitasi dan mengkonsumi air yang bersih dan berkualitas. Dengan demikian secara tidak langsung, program pembangunan sarana air bersih ini bisa meningkatkan kesehatan rakyat Indonesia, dan dengan rakyat yang sehat Indonesia bisa lebih baik lagi.

Pembangunan sarana air bersih di daerah yang minim sumber air bersih
Bentuk bagi hasil lainnya bisa juga di bidang pendidikan misalnya, atau bisa juga dengan menyelenggarakan program bimbingan dan kemitraan usaha kecil. Yang dengan program bimbingan dan kemitraan usaha kecil ini, bisa memperbaiki kondisi ekonomi sebagian rakyat Indonesia yang berada berada di bawah garis kemiskinan.

Keberadaan industri air kemasan bisa membawa berkah jika saja terjadi sinergi dan hubungan timbal balik. Dengan adanya industri air kemasan, maka kebutuhan rakyat Indonesia akan air konsumsi berkualitas bisa terpenuhi. Selain itu dengan sistem "bagi hasil" berupa program-program yang meningkatkan taraf hidup rakyat, bisa mejadikan rakyat Indonesia hidup lebih sehat, pintar dan maju.
***