Featured Post

Legenda Olah Raga Indonesia

Pada masa kejayaannya, dunia olah raga Indonesia menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kawasan Asia bahkan dunia. Atlit-atlit Indonesia d...

Dec 11, 2014

Apa itu Bank Syariah?

Alhamdulillah, pada pengajian bulanan kantor kemarin, temanya adalah “Ekonomi Syariah”. Adapun pembicaranya adalah Iggi Achsien, Komisaris Independen Bank Muamalat.
Iggi Achsien
Iggi Achsien
Pak Iggi ini belum 40 tahun, namun di usianya yang relatif masih muda ini, beliau sudah malang melintang di dunia perbankan khususnya Perbankan Syariah. Pengalaman beliau bisa dilihat di profilenya di linkedin.
Dengan cara penyampaian yang banyak canda, pak Iggi memberikan pencerahan kepada hadirin tentang apa itu Ekonomi Syariah, dengan lebih spesifik ke Bank Syariah.
Pengetahuan kita, orang awam tentang bla bla bla Syariah, biasanya adalah: Syariah itu nggak pake bunga tapi bagi hasil. Wicis itu bener, tapi belum lengkap. Pak Iggi pada kesempatan kemarin telah meletakkan batu pertama dari pemahaman kita tentang bla bla bla syariah. Dengan 3 hal, pak Iggi menjelaskan apa itu bla bla bla Syariah
:
- Insya Allah
- Akad
- Content
Jadi apa beda antara Syariah dengan bukan Syariah adalah:
Pertama, Insya Allah
Manusia hanyalah berencana, namun saldo yang menentukan ^_^ anekdot ini biasa digunakan oleh kita untuk menggambarkan betapa ketidak pastian itu adalah suatu hal yang pasti. Kalau bank bukan Syariah, mereka menjamin pasti akan terjadi. Simpan dana sekian, maka pasti keuntungannya sekian persen setahun. Padahal tidak ada yang pasti di dunia ini kecuali ketidak pastian itu sendiri. Nah Syariah memasrahkan segala sesuatunya kepada Allah, Sang Maha Kuasa dengan menyertakan Insya Allah dalam setiap perjanjiannya; Simpanlah dana anda di kami, maka Insya Allah, kami akan membagi keuntungan dari hasil usaha dengan modal dana anda ini, sebesar sekian persen setahun Dan dalam prakteknya, nanti di akhir tahun, akan dihitung, untungnya berapa. Kalau untungnya besar, maka bagi hasilnya juga besar, tapi kalau untungnya kecil, maka bagi hasilnya juga kecil.
Kedua, Akad.
Pak Iggi menganalogikan dengan hubungan seks ^_^. Hubungan seks antara pasangan yang menikah dengan pasangan yang belum menikah, kegiatannya sama (jangan dibayangin ya ^_^). Namun yang membedakan adalah adanya akad nikah.
Nah dalam praktek bisnisnya, si bank Syariah akan melakukan kegiatan bisnis yang sama dengan bank konvensional, misalnya KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Namun kalau Bank Konvensional, akadnya adalah: ini rumah saya bayarin dulu 1 milyar, tapi kamu balikinnya 1, 3 milyar, dicicil 15 tahun.
Namun bank syariah, meski sama-sama meminta uang 1,3 milyar namun akadnya beda: Ini ada rumah seharga 1 milyar. Kamu minta bantuan saya supaya kamu bisa membeli rumah tersebut. Ok saya bantu. Begini caranya: saya beli dulu ini rumah 1 milyar. Berarti rumah ini milik saya (bank syariah). Nah lalu rumah 1 milyar milik saya ini, saya jual ke kamu seharga 1,3 milyar.
Dalam Al-Quran, Allah berfirman bahwa DIA menghalalkan jual beli, dan mengharamkan riba. Ini yang dipegang oleh bank Syariah. Emang sih sama, sama-sama dapet 0,3 milyar, namun cara mendapatkannya berbeda. Yang satu melalui bunga, yang satu melalui keuntungan penjualan.
Ketiga, Content
Bank-bank syariah akan menggunakan dana yang nasabah untuk diputer lagi. Namun diputernya di sector real DAN usaha-usahanya adalah usaha yang halal. Jadi, kalau ada orang mengajukan kredit ke bank syariah: Pak saya mau mengajukan kredit untuk usaha distributor Wine pak. Bank Syariah tegas menolak. Karena itu adalah usaha yang melibatkan barang Haram menurut Islam.
Karena bidang usaha itu banyak dan banyak usaha itu di posisi abu-abu maka para bank Syariah ini membentuk Dewan Pengawas Syariah, yang tugasnya adalah mengawasi kegiatan bisnis yang dilakukan oleh bank-bank Syariah. Adapun anggota dari Dewan Pengawas Syariah ini adalah Ulama-ulama, para ahli ekonomi, dsb.
***