Featured Post

Mudahnya perpanjang STNK dengan eSAMSAT

Awalnya saya menyangka STNK motor saya itu habis masa berlakunya bulan Juni ini. Ternyata oh ternyata setelah dilihat lagi, tanggal berlaku...

Apr 22, 2015

Pulau Bidadari, Peninggalan Sejarah yang Terpelihara


Titanic ^_^
"Mas Irpan, itu foto dimana sih, kayak Titanic aja, cuman nggak ada lawannya? he..he..", seorang temanku bertanya tentang foto saya di depan boat yang saya pasang di Facebook. Foto itu saya ambil di Pulau Bidadari. Sssstt, ini rahasia ya, sebenarnya foto itu diambil di dermaga saat Boatnya bersandar ^_^ cuman ngambil fotonya sedemikian rupa, sehingga nampak seperti di laut lepas. Apalagi warna air lautnya biru gelap, kayak sedang di tengah lautan kan?

Alhamdulillah, Kamis, 16 April 2015 kemarin Saya berkesempatan mengunjungi Pulau Bidadari. Saya kesana dalam rangka mengikuti acara Vlogger Gathering One Day Trip to Pulau Bidadari Eco Resort yang diselenggarakan oleh viva.co.id bekerjasama dengan PT. Seabreez selaku pengelola Eco Resort Pulau Bidadari.

Rombongan yang terdiri dari 40 blogger, para ponggawa viva.co.id, kru stasiun tv antv dan jajaran
petinggi dan staff PT. Seabreez Indonesia, bertolak dari Dermaga Marina, Ancol sekitar pukul 9 pagi. Memang di Undangan, jadwalnya jam segitu, meski peserta diharapkan hadir sejak jam 8 pagi.

Saking semangatnya, saya berangkat dari tempat tinggal saya di kawasan Cijantung sekitar jam 5:30, naik motor. Sampai Ancol jam 7 pagi ^_^.  Setelah menunjukkan surat undangan di pintu masuk Ancol, saya masuk kawasan Ancol secara gratis. Karena masih pagi banget, saya pikir belum ada peserta yang datang, maka saya tidak langsung ke Dermaga Marina. Tapi saya muter-muter kawasan Ancol dulu pake motor. Soalnya dari dulu, saya kalau ke Ancol itu, ya ke Dufan ^_^ padahal Ancol kan luas dan memiliki banyak tujuan wisata, tidak hanya Dufan saja.

Setelah puas putar-putar Ancol, saya menuju ke Dermaga. Saya belum punya gambaran dimana letak Lounge Marina, tempat kami harus berkumpul. Namun begitu saya melihat bangunan dengan banyak orang berpakaian atasan putih, saya langsung menebak, itu mereka^_^. Soalnya di undangan dikatakan dresscodenya adalah atasan putih.

Setelah diabsen oleh para ponggawa viva.co.id yang berseragam merah, rombongan dipersilahkan masuk ke Lounge Marina. Tempatnya cozy banget. Kami menghabiskan beberapa waktu di Lounge sambil menikmati minuman hangat. Mendekati waktu keberangkatan, kami dipersilahkan menuju ke Dermaga17 dimana Speed Boat Marina Express sudah menunggu kami.

Kumpul, Absen, nunggu keberangkatan di Marina Lounge
Speed Boat yang akan mengantarkan kami ini keren banget, dilengkapi dengan mesin pendorong yang berjajar. Tak heran dia bisa mengantarkan kami dari Marina ke Pulau Bidadari hanya dalam 20 menit saja. Sebenarnya saya sedikit kecewa, karena dilautnya sebentar ^_^ pengennya sih lebih lamaan dikit, yaa bangsa satu jam lah gitu. Ini mah cuma 20 menit.

Begitu masuk boat, saya ambil kursi paling depan. Norak ya ^_^. Biarin. Soalnya saya ingin ngerasain guncangan yang keras. Speed Boat itu kalau menerjang gelombang, pasti lompat-lompat. Dan yang paling tinggi lompatannya adalah bagian depan Boat. Makanya saya memilih duduk didepan. Biar seru. Namun ternyata perjalanannya tak sesuai harapan, gak ada goncangan tinggi dan keras. Yang ada hanya getaran biasa saja. Ya udah lah, gapapa. Kalau mau goncangan keras mah ke Dufan aja kali ya.

Naik Speed Boat ^_^
Penyebrangan berlangsung lancar tanpa gangguan apapun. Kami merapat di dermaga Pulau Bidadari ketika hari masih terhitung pagi. Rombongan disambut dengan  Welcome Drink dan  Welcome Dance dari pihak pengelola Eco Resort Pulau Bidadari. Welcome Dancenya Unik Juga.


Setelah itu rombongan dipersilahkan menuju ke tenda besar di depan Panggung Utama. Disini kami diberitahukan tentang apa-apa saja yang akan kami lakukan selama One Day Trip di Pulau Bidadari ini. Sesi pertama adalah Explore the Island, kami akan mengelilingi Pulau Bidadariyang luasnya 6 hektar ini. Mengunjungi berbagai spot yang ada disana.

Kedatangan
Kami mulai dengan mengunjungi Floating Resort. Disana tersedia 8 unit Cottage kelas family. Kita bisa merasakan sensasi bermalam ditemani deburan ombak.

Floating Resort
Setelah itu kami mengunjungi Fun with Dolphin. Hanya sayang arena ini belum dibuka. Karena jadwal dibukanya arena ini bersamaan dengan waktu memberi makan lumba-lumba. Saat kami berkunjung, lumba-lumbanya baru saja diberi makan, sehingga arenanya ditutup. Namun demikian, lewat celah pintu yang terbuka, para blogger tetap mengambil foto dan video dari lumba-lumba yang ada didalam arena.

Arena Fun with Dolphins, sayang lagi tutup
Dari situ kami kemudian di ajak melihat salah satu Suite yang ada. Suite itu sungguh indah. Di depannya terdapat taman dan jika kita melihat ke depan, maka kita disuguhi pemandangan laut lepas. Namun meski di pinggir laut, Suite ini rindang sekali karena dikelilingi pohon-pohon besar. Dan salah satunya adalah pohon besar sekali yang disebut dengan "Pohon Rejeki". Konon katanya kalau berfoto di pohon rejeki ini, rejekinya akan makin lancar.

Suite Cottage dengan "Pohon Rejeki" didepannya
Namun ada satu lagi yang sangat menarik perhatian saya, yakni patung seorang wanita yang ada di taman. Patung wanita ini sungguh cantik. Andai dia manusia hidup, saya mungkin akan jatuh hati padanya ^_^

Bidadari?
Kecantikan patung Bidadari ini memberi saya inspirasi untuk membuat sebuah puisi. Demikian puisinya:

Bicaralah padaku
Wahai wujud indah dengan merpati di pelukan
Apa yang telah kau lakukan
Sehingga segunung karang mampu kau luluhkan

Mencoba berdiri bertahan
Alas gunung karangku tercerai berai
Berlutut dihadapanmu
Kau menaklukkan aku

Selesai menikmati Suite Cottage, tempat selanjutnya yang kami kunjungi adalah Menara Mortello. Bangunan yang dibangun tahun 1850 ini merupakan pertahanan VOC untuk mematahkan serangan pasukan Inggris yang ingin merebut Batavia. Namun sayang, bangunan kokoh ini sekarang hanya tinggal puing-puingnya saja, karena menurut penuturan pemandu, menara ini hancur oleh gelombang Tsunami ketika terjadi letusan gunung Krakatau tahun 1883.


Setelah puas foto-foto di seluruh bagian puing menara Mortello, rombongan bergerak lagi menuju ke Pohon Jodoh. Di Pulau Bidadari ini ada dua pohon besar yang ada "konon katanya"^_^. Satu Pohon Rejeki, dan satu lagi Pohon Jodoh. Konon  katanya kalau pasangan berfoto di pohon jodoh ini, jodohnya akan langgeng. Dan yang masih jomblo akan segera bertemu belahan jiwanya.

Pohon Jodoh
Oh iya, Pulau Bidadari ini sering digunakan oleh para pasangan calon pengantin untuk membuat foto pre-wedding. Para pasangan bisa membuat foto pre-wedding yang unforgettable di Pulau Bidadari ini, dan juga di pulau-pulau tetangganya, seperti Pulau Onrust, Pulau Kelor dan Pulau Cipir/Khayangan

Foto Pre Wedding yang dipajang di Lounge Marina
Meski hanya seluas 6 hektar, namun vegetasi di pulau ini sungguh terlindungi. Pohon-pohon berusia ratusan tahun masih kokoh berdiri. Meski di pulau kecil, namun rapatnya pepohonan mengingatkan kita akan hutan-hutan di gunung. Malah di Pulau Bidadari ini, ada sekitar 100-an Biyawak. Dan di puncak pohon yang tinggi terdapat sarang Elang Bondol.

Peta Kawasan Pulau Bidadari Eco Resort
Disisi lain dari pulau ini ada juga Suite Cottage lainnya. Dengan halaman yang dihias taman yang indah, disempurnakan dengan pemandangan ke laut lepas. Dan menurut pemandu, rencananya dalam waktu dekat ini, di sisi pulau yang ini akan dibangun kolam renang keluarga dengan view laut lepas. Pasti mantap banget nih.

Suite Cottage, Pulau Bidadari Eco Resort
Tujuan berikutnya adalah Saung Kreasi. Saung Kreasi ini diperuntukkan bagi anak-anak sekolah. Jadi Pulau Bidadari ini bukan saja sebagai tempat menginap, menjadi tujuan studi tour juga bisa. Selain untuk belajar sejarah, mengenal flora dan fauna, bisa juga belajar kreatifitas.Di Saung Kreasi ini para pengunjung akan belajar memanfaatkan barang-barang yang tersedia di sekitar kita menjadi barang-barang yang bermanfaat dan bernilai. Ada kerajinan kerang, daur ulang kertas, dsb.

Saung Kreasi
Menurut pemandu, berbagai pernak-pernik dan furniture yang ada di seputar pulau, itu merupakan hasil daur ulang. Contohnya Kursi dan bangku-bangku yang ada di pinggir pantai. Furnitur-furnitur itu bukan hasil membeli tapi adalah buatan para pengurus pulau. Bangku itu dibuat dari Kayu-kayu sisa yang tidak terpakai lagi. Kreatif bukan?

Di sebelah saung kreasi ternyata ada kandang rusa totol. Kayak di Istana Bogor aja ^_^

Rusa Totol
Selesai belajar di Saung Kreasi, rombonan bergerak lagi. Dan ternyata kami sampai lagi ke tenda dan panggung utama yang tadi. Rupanya kami telah berputar mengelilingi pulau ^_^

Acara berikutnya adalah Istirahat, Makan dan Sholat. Di kawasan Eco Resort Pulau Bidadari ini ada Musholanya. Suasanya sejuk dan rindang, karena Mushola dikelilingi oleh pohon-pohon besar. Sungguh nyaman beribadah disini.
Mushola di Pulau Bidadari Eco Resort
Selesai makan, acara berikutnya adalah talkshow yang mengambil tempat di gedung pertemuan.

Ada tiga pembicara yang menjadi narasumber di acara talkshow ini.

  1. Bp. DR. H.Agus Rochiyardi, MM selaku Presiden Direktur PT. Seabreez Indonesia
  2. Ibu Andi Asteryna, S. Ip, selaku General Manager Marketing PT. Seabreez Indonesia
  3. Bp. Maryadi selaku Editor in Chief viva.co.id
Pak Agus  mengupas tentang "Tantangan Kepariwisataan di Indonesia"

Ibu Andi Asteryna memperkenalkan secara lebih dalam tentang apa dan siapa itu PT. Seabreez Indonesia. Ternyata "pemilik" Resort Pulau Bidadari ini, bisnisnya bukan hanya Resort saja, tapi juga merambah ke bisnis Kuliner dan Arena Permainan. Lebih dalam tentang PT. Seabreez Indonesia ini bisa dibaca pada tulisan saya yang ini:


Adapun pak  Maryadi selaku Editor in Chief dari viva.co.id menjelaskan kepada para blogger tentang viva.co.id yang tengah dalam proses metamorfosa. Tadinya Viva.co.id itu memposisikan diri sebagai portal berita, namun kemudian berubah menjadi portal informasi dan komunitas. Karena viva.co.id ingin membantu para blogger dan netizen lainnya dengan memfasilitasi mereka dengan berbagai sarana baik online maupun offline.

Acara talkshow ini juga dimeriahkan dengan game-game seru yang menyegarkan, dan tentunya bertabur hadiah.

Talkshow dan Games
Selesai acara talkshow,selanjutnya adalah acara bebas. saya berkesempatan menjajal banana boat yang menjadi salah satu suguhan Resort Pulau Bidadari. Hoho saya suka ini. Berenang di laut dan memacu adrenalin di banana boat. Siap!

Banana boatnya saya dapat dua putaran, namun kok masih kurang ya? saya mau berenang di laut ah. Tapi suasana laut di pantau utara Jawa ini sungguh tenang. Cari-cari tantangan, akhirnya saya melompat dari atas boat. Lumayan juga tingginya sekitar 3 atau 4 meteran. Asyiik....

Saya sempat mengambil foto pantai saat sore hari, sungguh indah...
Pantai Pulau Bidadari di sore hari
Waktu sudah sore, saatnya pulang. Padahal pengennya nginep ^_^. Rombongan kembali bertolak ke Dermaga Marina dengan terlebih dahulu melakukan Three Islands Cruise. Speed Boat yang kami tumpangi menyambangi 3 pulau tetangga Pulau Bidadari, Pulau Kelor, Pulau Onrust dan Pulau Cipir. Tapi hanya lewat doang, nggak sampai turun di tiap pulau.

Matahari semakin turun di arah Barat, lewat kaca Speed Boat yang hitam, saya mengambil foto pemandangan yang bagus banget.


Pemandangan ini juga memberikan saya inspirasi sebuah puisi:

Mengapa sore bermentari tembaga
Selalu mengeraskan isi dada
Indah...Rindu...Gemas dan sejuta rasa mengental bagai coklat yang meleleh

Ingin ku berkata pada alam
Berhentilah berputar
Biarkan aku tenggelam dalam suasana ini lebih lama lagi
Jangan kau tarik selimut malam yang gelap
Biarkan aku mengental
Bersama sore bermentari tembaga

Perjalanan pulang Alhamdulillah lancar juga. Sekarang lautnya agak bergelombang, lebih bergelombang dibanding waktu berangkat tadi. Sehingga lompatan boatnya lumayan kerasa, tapi tetap saja buat saya mah masih kurang. (somboooong....., kecebur baru tahu rasa ^_^)


Hari sudah Maghrib, ketika kami merapat di Dermaga Marina. Entah kenapa kok saya enggan untuk pulang. Masih saja saya rasakan suasana Indah dan Romantisnya Pulau Bidadari.

Suasana Dermaga Marina di waktu Petang
Selama mengikuti acara Vlogger Gathering One Day Trip to Pulau Bidadari, saya banyak mengambil foto. Berikut dokumentasi lengkapnya:



One Day Trip to Pulau Bidadari, sungguh pengalaman yang tak terlupakan.


***