Featured Post

Legenda Olah Raga Indonesia

Pada masa kejayaannya, dunia olah raga Indonesia menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kawasan Asia bahkan dunia. Atlit-atlit Indonesia d...

May 10, 2015

Mengenalkan Hiking pada Anak di Gunung Kapur, Ciampea, Bogor

"Like father like son" ~ idiom Inggris

Olah raga rekreasi Hiking sekarang tengah naik daun di Indonesia. Hiking alias naik gunung ini  memang bukan olah raga biasa. Karena membutuhkan kondisi fisik yang prima dan daya tahan tubuh yang tinggi. Karena dengan mendaki gunung, artinya kita akan memforsir tubuh kita sampai batas ketahanannya. Kita akan berjalan jauh bisa sampai belasan kilometer, dengan medan yang menanjak. Belum lagi kondisi lingkungan yang ekstrim, dingin, hujan, bahkan di gunung-gunung yang sangat tinggi seperti Everest, Salju yang sangat dingin menjadi teman pendakian. Tak cukup demikian, kita pun harus menggendong tas besar berisi berbagai barang yang dibutuhkan untuk "survival" di gunung, yang tas ini tentunya tidak ringan.

Kebetulan saya termasuk salah satu yang suka Hiking. Dan sepertinya anak saya tertarik juga. Anak yang baru berumur 5 tahun ini suka melihat foto-foto bapaknya ketika di gunung. Sering dia meminta kepada saya untuk ikut naik gunung. Tentu saja saya tidak melarang hanya mengatakan belum waktunya, mengingat dia masih kecil.

Nah ketika saya mengetahui ada objek wisata yang mulai dikenal orang di daerah Bogor ini, saya jadi punya ide untuk mengajak anak saya "Naik Gunung" ^_^. Kebetulan objek wisata ini tidak terlalu jauh dari rumah mertua. Jadilah pada hari libur kami sekeluarga menjajal "hiking" ke Gunung Kapur, Ciampea, Bogor.



Meski namanya "Gunung Kapur", namun sejatinya ini adalah sebuah bukit yang memanjang. Dibutuhkan waktu cukup satu jam saja dari start mendaki sampai puncak. Namun demikian tracknya lumayan berat. Kemiringan tanjakannya bisa 70 derajat. Malahan
di beberapa tempat sampai disediakan tali untuk berpegangan.

Untuk mencapai tempat ini, kita bisa melalui jalan raya Bogor-Jasinga. Kebetulan jalan raya Bogor - Jasinga ini sudah bisa dilihat pake Google StreetView. Berikut lokasi "gerbang" masuk untuk mendaki ke Gunung Kapur ini:



Letak gerbang ini berseberangan dengan sebuah SMK Swasta, SMK PANDU. Jadi  kalau kita dari Jakarta, titik patokan pertama yang harus kita capai adalah IPB Dramaga, Bogor. Kampus IPB itu ada dua, satu terletak di tengah kota Bogor, deket Rumah Sakit PMI, dan satu lagi di Dramaga. Nah kita menuju ke IPB Dramaga ini. Dari IPB, kita ikuti aja jalan lurus ke arah Leuwi liang, sampai daerah Ciampea.

Dari sini udah kelihatan kok bukitnya memanjang. Kita cuma tinggal perhatikan sisi kiri jalan, cari SMK PANDU. Kalau sudah ketemu, tengok kanan jalan, disitu ada gerbang masuk. Masuk aja ke situ. Jalan ke dalamnya sekitar 2 KM-an.

Ketika sampai pada kampung terakhir, kita akan bertemu dengan pos pendaftaran. Harga tiket masuknya Rp. 5000,- / orang. Kalau bawa motor, parkirnya Rp. 3000,- sekali parkir. Dari pos ini kita start jalan kaki mendaki.

Pemandangan pertama adalah berupa kebun Jati.


Foto bersama sebelum mendaki: Ayah, Kindi, Yasmin, Nema, Bunda dan Mang Ogi




Setelah kebun jati itu kita akan bertemu pos pemeriksaan: Disitu terdapat beberapa panduan dan gerbang selamat datang. Ada juga satu warung yang menjual makanan kecil dan minuman. Itu adalah warung terakhir yang kita temui.



Selepas pos pemeriksaan itu, barulah medan mendaki benar-benar kita cicipi. Jalannya menanjak dengan kemiringan sekitar 70 derajat. Namun ternyata anak saya antusias, dia jalan paling depan, malah sempet-sempetnya menyemangati yang lain ^_^

Jalur mulai menanjak


Like father like son
Namun untungnya meski menanjak sangat terjal, tracknya tidak terlalu panjang, sehingga tak butuh waktu terlalu lama kami sudah mendekati puncak. Namun justru menjelang puncak ini menunggu "bonus besar" ^_^

"Bonus Besar"


Setelah melewati bonus itu, sampailah kami ke puncaknya. Pemandangannya bagus, kita bisa melihat dataran Bogor dari sini.

Melihat ke bawah, dari puncak Gunung Kapur




Di sebelah Barat puncak terdapat Camping Ground. Lumayan lega tempatnya, taksiran saya bisa muat sampai 6 - 7 tenda kapasitas 4 orang. Saya perhatikan juga sepertinya tempat itu tadinya dipenuhi pepohonan, namun kemudian di buka dan dijadikan tempat camping. Di beberapa jalan menurun, jalannya dibuat seperti tangga. Wah rupanya Gunung Kapur ini digarap dengan serius untuk dijadikan tempat wisata.

Hanya satu yang masih kurang, sanitasi dan sumber air ^_^. Saya nggak tahu disini ada sumber airnya atau tidak. Tapi kalaupun tidak ada, tidak terlalu masalah, karena turun kebawah dan naik lagi paling dibutuhkan waktu 1 jam lebih. Jadi kalau kehabisan air, turun aja dulu ^_^.




Camping Ground, lumayan lega
Di puncak juga terdapat beberapa papan penunjuk arah. Salah satunya menunjukkan adanya Goa. Wah, saya tertarik nih ingin melihat goanya. Akhirnya saya mengajak anak saya dan Ogi untuk melihat goanya.

Papan penunjuk arah di Puncak

Salah satu bagian dari puncak, berupa batu keras dan tajam.
Jalan menuju goa itu melewati sisi lain dari bukit Gunung Kapur ini. Rupanya jalur mendaki gunung Kapur ini ada dua, lewat sisi Utara dan sisi Selatan. Saya datang dari sisi Selatan. Sedang tempat yang ada guanya, itu dari sisi Utara.

Setelah turun beberapa menit saya menemukan plang bertuliskan "Goa si Lenglang". Namun ditempat itu juga berupa percabangan. Yang lurus sepertinya jalur turun, sedang menuju Goa ini belok ke Kanan, dan menurun ke sisi Selatan Bukit. Sepertinya gua disini bukan hanya satu. Selain goa Si Lenglang ini, ada goa-goa lainnya. Tapi goa lainya itu tentunya lewat jalan yang lurus itu. Saya tidak tahu berapa jauh. 

Maunya sih saya lewat jalan yang lurus itu, melihat goa yang lain, tapi karena takut istri saya dan rombongan yang menunggu di puncak terlalu lama menunggunya, akhirnya saya mengambil jalan ke kanan menuju Goa Si Lenglang ini.



Begitu sampai, terlihat mulut goa yang lumayan besar. Namun ternyata tidak terlalu dalam, Mungkin hanya 10-15 meter saja dalamnya. Di ujung gelap sekali.Sayang saya tidak membawa senter, sehingga tidak bisa masuk lebih dalam lagi.


Ketika saya ajak masuk, awalnya anak saya agak ketakutan. Tapi karena dia ditemani dua "orang besar" saya dan pamannya, dia PD juga. ^_^ 

Meski guanya pendek, tapi di bagian langit-langit Gua terdapat Stalaktit yang meneteskan air. Asyik juga.

Setelah merasa cukup, kami pun kembali ke puncak lagi. Di puncak kami masih istriahat beberapa waktu lagi. Dan foto-foto tak ketinggalan. ^_^

Me and Nature
Setelah merasa cukup, kami turun kembali. Jalur yang diambil melewati Camping Ground. Kami melewati sebuah dinding kapur yang lumayan tinggi. Dan dari dinding kapur ini pemandangannya indah sekali.




***