Featured Post

Mudahnya perpanjang STNK dengan eSAMSAT

Awalnya saya menyangka STNK motor saya itu habis masa berlakunya bulan Juni ini. Ternyata oh ternyata setelah dilihat lagi, tanggal berlaku...

Jun 27, 2015

Perpustakaan digital ala cipikabooks dan bookmate

Perpustakaan Daerah Garut
Perpustakaan Daerah Garut. sumber: inilah.com

Jadi ingat waktu sekolah SMP dan STM dulu. Saya biasa berkunjung ke perpustakaan daerah. Disitu banyak sekali koleksi buku-buku menarik. Kalau banyak waktu luang, saya akan membaca disana, saya telusuri rak demi rak, begitu melihat buku yang menarik, saya buka,saya baca sebentar. Kalau benar-benar saya suka, saya bawa ke meja dan membacanya disana. Kalau waktu tak mencukupi, entah karena perpustakaan mau tutup atau saya harus segera pergi ke tempat lain, saya akan meminjamnya dan membawa buku tersebut pulang untuk dibaca dirumah.

Kala itu, hobi membaca saya baru terakomodasi oleh perpustakaan. Dimana ribuan koleksi buku berbagai bidang tersedia disana. Saya tentu saja tidak bisa mengoleksi buku sebanyak itu, karena jangankan membeli ribuan buku, membeli satu dua buku saja banyak pertimbangannya. Terutama
masalah duit ^_^.

Waktu berlalu, perkembangan teknologi semakin maju. Berawal dari pesatnya teknologi komputer dan internet, berlanjut sekarang ke teknologi ponsel-ponsel pintar dan komputer tablet. Kecanggihan perangkat –perangkat yang akrab disebut gadget  ini memungkinkan berkembang pula sisi-sisi kehidupan manusia. Salah satunya adalah perpustakaan.

Dengan adanya smartphone dan tablet didukung oleh koneksi internet dan aplikasi dan format buku elektronik, memungkinkan terwujudnya “Perpustakaan Digital”. Perpustakaan Digital ini dalam hal pengertian, sama dengan perpustakaan pada umumnya, yakni tempat dimana ribuan koleksi buku bisa kita baca. Hanya bedanya, kalau perpustakaan fisik, dia bertempat di suatu gedung atau bangunan, sedangkan perpustakaan digital, semua koleksi bukunya dibuat dalam format digital dan bisa diakses dengan komputer atau gadget.

“Cara kerja”perpustakaan fisik adalah, kita datang ke perpustakaan, melihat katalog buku atau menelusuri rak buku demi rak buku, begitu dapat buku yang kita suka, kita bawa ke meja lalu baca disana atau di pinjam untuk dibawa pulang. Adapun “cara kerja” perpustakaan digital adalah, kita menggunakan aplikasi tertentu untuk menelusuri dan membaca judul dari ribuan koleksi buku. Lalu membacanya langsung di layar komputer atau layar gadget.

Nah, ternyata di Indonesia telah hadir satu konsep perpustakaan digital yang juga mempunyai  fitur media sosial. Dia adalah cipikabooks.  Cipikabooks adalah suatu layanan perpustakaan digital yang memungkinkan kita mengakses dan membaca lebih dari 6000 judul buku baik buku berbahasa Asing (Inggris, Rusia, dsb) dan tentu saja buku-buku berbahasa Indonesia.

Caranya adalah, kita menjadi anggota cipikabooks, lalu mendownload aplikasi bookmate di gadget kita, lalu membayar iuran keanggotaan, baru deh kita bisa membaca koleksi buku-bukunya.

Simpel bukan?









Iurannya pun gak mahal. Ada dua tipe keanggotaan: Standard dan Premium. Yang Standard  iurannya 39rb/bulan dan Premium 59rb/bulan. Dengan bayar segitu, selama sebulan kita bisa membaca buku-buku yang jadi koleksi cipikabooks.

Adapun perbedaan antara tipe Standard dan Premium adalah, jenis buku yang bisa kita baca. Untuk tipe standard, ada beberapa jenis buku yang tidak bisa kita baca ^_^. Untuk membacanya kita harus memiliki keanggotaan tipe Premium.










Bayarnya gimana? kita bisa membayar iuran keanggotaan dengan banyak cara: 
  • Indosat Dompetku
  • Indosat Carrier Billing
  • Kartu Kredit 
  • Apple Pay
  • Google Wallet
Btw, tadi sempat disinggung tentang fitur media sosial. Fitur media sosial di bookmatenya cipikabooks adalah: kita bisa berbagi kutipan, catatan, bisa cari teman, hingga mengetahui buku-buku menarik yang dibaca oleh teman, bahkan idola kita.





Punya gadget jangan Cuma buat nampang doang,mari manfaatkan untuk menjadikan kita insan yang lebih cerdas. Salah satunya dengan banyak membaca.

***