Featured Post

Mudahnya perpanjang STNK dengan eSAMSAT

Awalnya saya menyangka STNK motor saya itu habis masa berlakunya bulan Juni ini. Ternyata oh ternyata setelah dilihat lagi, tanggal berlaku...

Aug 3, 2015

Terios Jelajah Kalimantan - Merangkai Zamrud-Zamrud Khatulistiwa

Indonesia
Indonesia
Indonesia adalah untaian Zamrud Khatulistiwa. Dari Sabang sampai Merauke, dari Talaud sampai ke Pulau Rote, gugusan pulau-pulaunya mengandung keindahan tiada tara.  Adalah Kalimantan, salahsatu diantara untaian zamrud-zamrud itu. Kalimantan adalah pulau terbesar ketiga di Dunia, setelah Greenland dan Papua. Di pulau seluas  743.330 km² ini tersimpan harta karun yang tak ternilai harganya. Harta karun itu berupa Flora, Fauna, Adat Kebudayaan, Kuliner, dan tempat-tempat eksotis nan mempesona.

Salahsatu harta karun di Kalimantan adalah Derawan. Akhir-akhir ini nama Derawan semakin akrab di telinga kita. Derawan adalah sebuah gugusan pulau yang terletak di perairan Timur Kalimantan. Derawan terkenal karena keindahan alamnya yang masih perawan. Di gugusan kepulauan Derawan ini ada satu pulau yang menjadi primadona. Dia adalah Maratua, pulau seluas 384 km²   ini berbentuk laguna yang mengelilingi perairan dangkal. Di perairannya terdapat Keanekaragaman Hayati laut berupa aneka terumbu karang dan flora-fauna penghuninya. Kekayaan bawah lautnya ini termasuk ke tiga terbesar setelah Raja Ampat dan Kepulauan Solomon.

Pulau Maratua
Pulau Maratua
Kekayaan berupa keanekaragaman Hayati yang eksotis tidak hanya ada di laut saja.
Di daratan  Kalimantan pun tak kurang. Salah satu yang paling unik adalah Bekantan sang Kera Hidung Panjang. Kera Bekantan ini termasuk hewan endemik karena hanya bisa kita jumpai di Kalimantan, khususnya di Pulau Kaget yang terletak di Muara Sungai Barito dan kawasan Kandangan, keduanya berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Bekantan Nasalis larvatus
Bekantan (Nasalis larvatus) - sumber: id.wikipedia.org
Masih seputar hewan khas, Kalimantan juga punya Orang Utan. Namun Orang Utan ini tidak benar-benar khas Kalimantan, karena Orang Utan juga terdapat di Pulau Sumatera. Meski sama-sama Orang Utan, yang bagi kita orang awam tidak ada bedanya antara orang utan Kalimantan dan Sumatra, namun para ahli zoologi membedakan spesies Orang Utan di kedua pulau berbeda ini. Untuk Orang Utan Kalimantan, mempunyai nama latin (Pongo pygmaeus) sedang Orang utan Sumatra nama latinnya adalah (Pongo abelii) Berikut adalah peta habitat dari Orang Utan di Sumatera dan Kalimantan.

Orang Utan
Orang Utan - sumber: id.wikipedia.org
Peta habitat Orang Utan di Sumatera dan Kalimantan - sumber: id.wikipedia.org

Nah, selain jenis Kera, Kalimantan juga punya hewan eksotis lainnya, yakni Kerbau Rawa. Yang istimewa dari kerbau Rawa adalah, mereka menghabiskan sebagian besar harinya di air/rawa. Dan mereka juga pandai berenang. Kerbau Rawa ini umumnya diternakkan dan digembalakan oleh penduduk Kalimantan terutama Penduduk daerah Amuntai.

Kerbau Rawa yang digembalakan - sumber: lipsus.kompas.com
Dan satu lagi yang tak kalah menantang dari Kalimantan adalah Penangkaran Buaya. Penangkaran Buaya ini berada di daerah Teritip, Balikpapan. Penangkaran Buaya ini didirikan sebagai upaya menjaga kelestarian spesies buaya. Di  penangkaran Teritip ini ada tiga jenis spesies buaya yang dipelihara yakni Buaya Muara (Crocodylus porosus), Buaya Supit (Tomistoma segellly) dan Buaya Air Tawar (Crocodylus siamensis).

Penangkaran Buaya - sumber: log.viva.co.id/REUTERS/Romeo Ranoco

Selain fauna-fauna khas, Kalimantan juga terkenal dengan floranya yang tak kalah khas. Kalimantan menjadi rumah untuk berbagai jenis Anggrek terutama Anggrek hutan. Yang paling terkenal adalah bunga Anggrek Hitam.
Anggrek Hitam
Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) - sumber: id.wikipedia.org

Selain itu ada satu yang sangat terkenal dari Kalimantan, dia adalah kayu Ulin alias kayu Besi. Keistimewaan kayu ini adalah kuat dan awet (termasuk dalam kelas kuat 1 dan kelas awet 1). Kayu ini tahan terhadap serangan rayap dan serangga penggerek. Selain itu tahan terhadap perubahan suhu, kelembaban dan pengaruh air laut. Oleh karena itu kayu Ulin banyak digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan seperti Jembatan, Dermaga, Kapal Laut, bantalan rel kereta api,dsb. Namun kayu Ulin tidak terlalu sering digunakan sebagai bahan furniture, karena kayunya sangat berat dan keras.

Pohon Kayu Ulin
Pohon Kayu Ulin - sumber: suara-alam.com

Nah,  bicara Kalimantan belumlah lengkap tanpa membahas penduduk asli pulau Kalimantan yakni Suku Dayak.  Kata “Dayak” sebenarnya adalah sebuah sebutan untuk orang-orang yang berasal dari Hulu Sungai atau orang yang tinggal di Bukit. Namun seiring berjalannya waktu, kata Dayak selanjutnya digunakan untuk menyebut suku-suku asli pulau Kalimantan. Suku Dayak secara umum  dikelompokkan menjadi 7 Rumpun menurut daerah tempat mereka bermukim. Bisa mengacu pada peta yang disusun tahun 1954 berikut:
Suku Dayak menurut daerah tinggalnya
Suku Dayak menurut daerah tinggalnya - sumber: wikipedia.org
7 Rumpun tersebut adalah:
  1. Dayak Ngaju
  2. Dayak Apo Kayan
  3. Dayak Iban/ Laut
  4. Dayak Klemantan /Darat
  5. Dayak Murut
  6. Dayak Punan
  7. Dayak Ot Danum
Dari ketujuh rumpun ini, terdapat ratusan subsuku yang tersebar di seluruh pulau Kalimantan.

Tari Perang suku Dayak Kenyah
Tari Perang suku Dayak Kenyah - sumber: foto.viva.co.id - REUTERS - Yusuf Ahmad
Di daerah Kalimantan Timur, tepatnya di Samarinda, ada satu tempat bernama Desa Pampang. Penduduk desa ini adalah suku Dayak Kenyah. Suku Dayak Kenyah ini termasuk pada rumpun Dayak Apo Kayan. Pada tahun 1991, gubernur Kalimantan Timur saat itu, HM Ardans, meresmikan desa Pampang menjadi Desa Budaya. Setiap tahun di desa ini diselenggarakan sebuah upacara adat yang biasa disebut Pelas Tahun. Upacara ini diselenggarakan sebagai wujud syukur kepada Tuhan yang telah memberikan anugerah berupa panen dari hasil pertanian masyarakat. Acara yang biasa diselenggarakan pada bulan Juni setiap tahunnya ini menampilkan beberapa tarian khas Dayak Kenyah seperti  Tari Lemimpa, Tari Udo'Aban, Tari Ajai, Tari Pemung Tawai, Tari Hudoq, Tari Gong dan lain-lain.

Tari Hudoq - Sumber: snipview.com
Keberadaan desa Budaya seperti desa Pampang ini bisa menjadi sarana untuk menjaga kelestariaan kekayaan budaya di Indonesia khususnya budaya Dayak.

Ok, sejauh ini sudah dibahas kekayaan Kalimantan berupa Flora, Fauna, Kebudayaan, dan keindahan tempat-tempat eksotisnya. Tinggal satu yang tidak boleh terlewatkan, yakni Kuliner. Kalimantan dengan masyarakatnya yang majemuk tentu saja mempunyai banyak sekali makanan Khas. Yang unik dari Kalimantan adalah Duriannya.  Siapa tak kenal Durian. Buah yang meski tampilan luarnya menyeramkan karena berduri tajam, namun daging buahnya sunggu lezat dipadu dengan wanginya yang kuat dan khas. Pada umumnya daging buah Durian itu berwana Kuning. Namun di Kalimantan terdapat jenis Durian yang daging buahnya berwana Jingga bahkan Merah.

Durian Merah - sumber: toptropicals.com
Ada satu lagi kuliner yang sangat terkenal di Kalimantan, yakni Lontong ORARI. Apa hubungannya ya makanan dengan ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) ini? Ternyata Lontong ORARI adalah nama sebuah kedai makanan yang khusus menjual Lontong Sayur. Berawal dari sebuah warung Lontong Sayur pinggir jalan milik ibu Rusminah yang dirintis tahun 1980-an dan sekarang dilanjutkan oleh anaknya, ibu Sofia.  Lontong ORARI mendapat namanya dari para pelanggan kedai tersebut yang rata-rata dari komunitas ORARI yang suka begadang. Awalnya ibu Rusminah berjualan Lontong pada pagi hari sampai siang, karena menu Lontong memang menu sarapan pagi. Namun karena permintaan pelanggan, waktu bukanya diperpanjang sampai malam hari jam 10. Dan terakhir waktu buka Lontong ORARI adalah jam 10 pagi sampai jam 4 pagi keesokan harinya. Unik bukan?

Lontong ORARI
Rumah Makan Lontong ORARI - sumber: smartkuliner.com

Bicara kekayaan Indonesia di Kalimantan memang tidak akan ada habis-habisnya. ^_^

Saya sendiri sudah beberapa kali mengunjungi tanah Borneo. Namun kesemuanya ada hubungannya dengan tugas pekerjaan, sehingga saya tidak sempat menikmati semua keindahan yang dipaparkan diatas. Kunjungan pertama saya sekitar tahun 2004 silam ke daerah Sangata, Kalimantan Timur. Dari Jakarta saya ke Balikpapan. Dari Balikpapan ke Sangata dengan menumpang pesawat kecil jenis Casa. Selesai menjalankan tugas, dari Sangata kembali lagi ke Balaikpapan lewat jalan darat. Saat itu saya bisa sedikit menikmati alam Kalimantan di perjalanan.

Kunjungan saya berikutnya masih untuk urusan tugas, sekitar tahun 2009, saya kembali mengunjungi Balikpapan dan Pontianak. Namun lagi-lagi saya tidak sempat melakukan apa-apa selain menyelesaikan tugas. Alhasil keindahan alam, eksotisme flora dan fauna, keluhuran budaya dan kelezatan kulinernya, belum sempat saya nikmati.

Untunglah sekarang ada kesempatan untuk bisa mendapatkan semuanya. Kesempatan itu datang dari Daihatsu Terios yang bekerjasama dengan viva.co.id. Keduanya berkolaborasi menyelenggarakan acara “Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure”.


Melalui acara ini Terios mengajak para blogger untuk bisa menjelajah wilayah-wilayah di Kalimantan, yakni:

Terios 7 Wonders - Borneo Wild Adventure
  1. Palangkaraya, untuk mengunjungi tempat konservasi Orang Utan.
  2. Kruing, untuk wisata Kuliner, menikmati Durian dan Lontong ORARI.
  3. Pulau Kaget & Kawasan Kandangan, untuk melihat dan mengenal lebih jauh Bekantan dan hutan Anggrek.
  4. Amuntai dan Balikpapan,  Untuk melihat dari dekat Kerbau Rawa dan penangkaran Buaya.
  5. Samarinda, untuk mengunjungi  Desa Budaya Pampang tempat tinggal suku Dayak Kenyah.
  6. Tanjung Kutai, untuk belajar seputar Kayu Ulin.
  7. Maratua, menikmati keindahan sang Pulau Surga.

Wow,  sungguh suatu kesempatan yang tidak boleh dilewatkan. Apalagi saya suka sekali kegiatan-kegiatan yang berbau Adventure. Saya suka melakukan Hiking, Caving, Susur Pantai, bermain ombak dan menikmati keindahan pulau dan laut.

(Belajar) Surfing di Pantai Seminyak Bali
Malah dalam suatu perjalanan Hiking ke gunung Salak, saya mendapat tanda sayang dari lebah-lebahnya berupa beberapa kali sengatan lebah.  Kisah lengkapnya bisa dibaca disini.

Dan petualangan terbaru saya adalah di Gunung Munara, Rumpin, Bogor. Meski ini termasuk mini Hiking, karena gunung Munara ini berupa bukit batu dengan ketinggian 1119 mdpl, namun saya dan teman jalan menempuh jalur alternatif yang lebih menantang. Salahsatu tantangannya adalah memanjat dinding batu dengan bantuan akar-akar pohon. Serunya bisa dilihat pada video dibawah ini:


Perjalanan menjelajah tempat-tempat eksotis dalam Borneo Wild Adventure akan dilakukan lewat jalan darat dengan mengendarai Terios. Melintasi medan Hutan Kalimantan tentulah mempunyai tantangan tersendiri. Namun disinilah Terios mampu memberikan jawaban, dengan berbagai fitur-fiturnya yang tangguh sekaligus aman. Tak heran kalau Terios bisa menjadi Sahabat Petualang.

Mulai dari Mesinnya yang bisa menghasilkan tenaga 140/4400 (N-m/rpm), Sistem penggerak 4 roda (4WD) dengan mekanisme centre differential lock works, dan Sistem Rem dan Suspensi yang didesain untuk medan yang berat. Namun performa yang sangar ini tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan berkendara.

Kesemuanya disempurnakan dengan desain body mobil yang tangguh namun elegan. Di dukung dengan konstruksi rangka mutakhir dan sistem airbag yang menjamin keselamatan penumpang seandainya terjadi kecelakaan. Beberapa fitur unggulan Daihatsu Terios bisa disimak pada gambar-gambar dibawah ini (klik gambar untuk melihat lebih jelas).



Fitur-fitur Daihatsu Terios
Sebenarnya masih banyak lagi fitur-fitur Terios ini. Silahkan mendownload dokumen berisi data lebih lengkapnya pada website resmi Daihatsu.

***

Berbagai informasi yang disuguhkan diatas, saya sarikan dari berbagai sumber hasil browsing Internet. Andai saja saya bisa datang langsung ke Kalimantan dan mengalami semua hal yang menjadi harta karun Kalimantan, tentulah saya bisa menyajikan informasi terkini yang lebih akurat. Dengan informasi tersebut mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi banyak pihak, salahsatunya adalah meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kalimantan.

Selain itu, mengingat banyak sekali flora dan fauna di Kalimantan yang terancam punah, mudah-mudahan ketersediaan informasi yang terkini bisa menggugah kesadaran kita semua untuk lebih memperhatikan lagi kelestarian lingkungan demi anak cucu kita kelak.

Dan tentu saja selama 7 hari saya bergaul dengan Terios, saya akan merasakan langsung bagaimana performa mobil Sahabat Petualang ini. Dan pengalaman saya ini tentulah bisa menjadi tambahan informasi bagi masyarakat tentang berbagai fitur dan kelebihan New Daihatsu Terios.

***
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog “Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure”. Sebagai kelengkapan persyaratan, saya cantumkan screenshot dari follow dan like saya untuk account twitter: @DaihatsuInd dan @VIVA_log dan Facebook Page: Daihatsu Indonesia dan VIVAlog.

Tulisan ini saya akhiri dengan do'a semoga saya menjadi salah satu peserta yang terpilih untuk mengikuti perjalanan “Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure”. Amiin...

Follow Twitter @DaihatsuInd
Like fb Page Daihatsu Indonesia
Follow Twitter @VIVA_log
Like fb Page VIVAlog

***