Featured Post

Mudahnya perpanjang STNK dengan eSAMSAT

Awalnya saya menyangka STNK motor saya itu habis masa berlakunya bulan Juni ini. Ternyata oh ternyata setelah dilihat lagi, tanggal berlaku...

Dec 28, 2015

Bah Eno, merunut urat, obati penyakit

Pengobatan Alternatif
Bah Eno sedang mengurut

“Umur Abah 85 tahun, abah lahir tahun 30” jawabnya ketika saya bertanya tentang usia beliau. Meski terhitung sudah sepuh, bah Eno masih terlihat segar. Bicaranya masih lancar dan jelas. Genggaman tanganya masih kokoh ketika mengurut. Itulah bah Eno, seorang spesialis urut penyakit dalam yang hanya terkenal dari mulut kemulut.

Bah Eno “membuka praktek’ di rumahnya, di Kp. Panawuan, Ds. Sukajaya, Kec. Tarogong Kidul, Kab. Garut, Jawa Barat. Yang unik dari ilmu pengobatan bah Eno ini adalah, beliau mengurut dengan cara merunut tiap urat yang ada hubungannya dengan penyakit yang diderita si Pasien. Bila si pasien sakit jantung misalnya, maka si Abah akan merunut setiap urat yang ada hubungannya dengan jantung. Yang ternyata letaknya tidak hanya di sekitar dada saja, tapi meliputi seluruh tubuh, dari ujung kaki hingga ujung kepala. Beliau mengurut dengan detil, tak satu pun urat yang terlewat. Kalau ada yang posisinya tidak di tempat seharusnya, dia akan meluruskannya, satu demi satu. Akibatnya, proses pengobatan dengan cara mengurut urat ini bisa berlangsung berjam-jam lamanya. Oleh karena itu, dalam satu hari, bah Eno hanya melayani 2 pasien saja, tidak lebih.

Pasien-pasien bah Eno tidak hanya datang dari sekitar kab. Garut saja. Banyak juga yang datang dari daerah lain, seperti Tasikmalaya, Cianjur, Purwakarta, bahkan sampai Serang, Banten. Nama beliau dikenal dengan cara getok tular, karena tidak sedikit pasien penyakit berat yang sudah menahun, dengan izin Allah bisa sembuh dengan perantaraan diurut oleh bah Eno.

Saya pun mengunjungi bah Eno ini dalam rangka mengantar bapak saya yang sakit jantung. Bapak saya mendapat informasi tentang bah Eno dari temannya, yang istrinya telah sembuh dari sakit jantung yang dideritanya setelah diurut oleh Bah Eno. Awalnya kami datang hari Jum’at. Namun sayang, pada hari Jum’at bah Eno tidak buka praktek. Karenanya kami pun pulang dan kembali keesokan harinya.  Kami sampai di rumah bah Eno lagi, hari sabtu jam 6 pagi. Namun ternyata jam 6 pagi ini juga masih kurang cepat, karena ketika kami datang, sudah ada pasien yang tengah ditangani oleh bah Eno.

Di ruang tengah rumah bah Eno, tempat beliau mengurut, telah ada seorang pemuda yang telungkup hanya mengenakan celana pendek. Bah Eno dengan telaten merunut tiap urat yang ada di badan pemuda tersebut. Setiap kali urat diluruskan, saat itu pula pemuda tersebut berteriak kesakitan. Bah Eno tidak terpengaruh oleh teriakan pasiennya, beliau tetap meneruskan kegiataannya mengurut. Setelah hampir 3 jam, barulah selesai. Sambil beres-beres, kami sempat mengobrol dengan pemuda itu, ternyata dia diurut bukan karena penyakit berat, tapi sekedar meluruskan urat-urat saja, karena dia sangat gemar berolah raga. Sekilas saya sempat melihat tas yang dibawa pemuda itu. Tas itu bertuliskan “KONI Kabupaten Cilegon”.

Setelah beristirahat sebentar, kini giliran bapak saya diurut. Dengan hanya mengenakan celana pendek bapak saya mulai diurut dalam keadaan telungkup. Sebelum diurut, bapak saya memberitahu keluhan-keluhannya. Dan bah Eno pun mulai bekerja, tangannya menelusur tiap urat yang ada hubungannya denga penyakit jantung yang diderita bapak saya. Sesekali terdengar suara kemeretak, ketika beberapa kelompok urat diluruskan oleh bah Eno. Posisi tubuh pun kemudian diminta berubah, dari telungkup, menghadap ke kiri, ke kanan, terlentang, telungkup lagi, begitu terus berganti-ganti.
Pengobatan Alternatif
Anatomi otot manusia - sumber: anatomy-diagram.net

Ternyata bah Eno ini senang sekali bercerita. Sambil mengurut, beliau menceritakan berbagai pengalamannya waktu muda dulu. Ketika saya bertanya dari mana bah Eno belajar ilmu urut ini? Bah Eno mengakatakan bahwa beliau belajar di Pesantren Tebu Ireng, Jawa Timur, dulu ketika masih remaja. Wah, berarti bah Eno telah menekuni profesinya ini selama puluhan tahun. Tak heran kalau ilmu urutnya sudah demikian mumpuni. Cukup dengan meraba dan menekan dengan ibu jari atau telunjuk, bah Eno menelusuri permukaan kulit dan menemukan urat-urat yang bermasalah kemudian membetulkannya. Dan tak cukup disitu saja, dia kemudian menelusuri lagi urat lainnya yang berhubungan dengan urat bermasalah tersebut. Karena tubuh itu satu kesatuan, jika ada masalah di suatu tempat, bisa jadi itu adalah akibat dari masalah lainnya yang terjadi di tempat yang berbeda, dan seterusnya.

Bah Eno pun tak sungkan menceritakan kisah kehidupan keluarganya. Beliau ternyata punya anak 11 orang dan pernah menikah 2 kali. Dari pernikahan yang pertama bah Eno tidak mempunyai anak dan rumah tangganya kandas. Barulah pada rumah tangga berikutnya, bah Eno dikarunia anak sampai 11 orang. Yang unik adalah proses “nembak” perempuan yang dilakukan oleh orang jaman dulu. Bah Eno “nembak” istrinya tidak menggunakan bunga atau ungkapan “aku cinta padamu”, bah Eno hanya mencolek perempuan tersebut. Dan perempuan yang dicolek tersebut mengerti bahwa bah Eno ada hati padanya. Gayung pun bersambut, dan colekan itu berlanjut ke  pelaminan. Unik bukan.

Ketika ditanya apa resepnya sehingga di usia 85 tahun ini bah Eno masih tampak segar, beliau menjawab: "Sae Pikiran". Sae Pikiran (Baik Pikiran) ini bisa diartikan selalu berpikiran positif, jauh dari sifat dan kehendak yang buruk. Inilah yang dianut oleh bah Eno dalam menjalani kehidupannya. Hal ini bisa dilihat dari gaya bicaranya yang lepas dan lugas dan terkadang tidak bertatakrama. Bukan berarti beliau orang yang kasar, namun sepertinya beliau tidak suka bermulut manis namun hatinya berkata lain.

Suara Adzan berkumandang dari masjid yang hanya terpisah 4 rumah dari rumah Bah Eno. “Sedikit lagi” kata bah Eno, dan tak lama kemudian beliau menyudahi pekerjaannya. Ternyata proses mengurut bapak saya ini memakan waktu sampai 4 jam! Waw. Bapak saya mengatakan dirinya merasakan perbedaan, meski rasa pusing masih ada sedikit dan di beberapa tempat terasa sedikit sakit. Namun sakit itu bukan sakit penyakit, melainkan sakit bekas diurut tadi.

Setelah mengucapkan terima kasih kami pun pamit dengan terlebih dahulu membayar biaya mengurut sebesar 200rb.

Pengobatan Alternatif
Lokasi rumah Bah Eno