Featured Post

Mudahnya perpanjang STNK dengan eSAMSAT

Awalnya saya menyangka STNK motor saya itu habis masa berlakunya bulan Juni ini. Ternyata oh ternyata setelah dilihat lagi, tanggal berlaku...

Jan 29, 2016

Pengobatan Syaraf Kejepit (HNP) dengan Operasi MED

Syaraf Kejepit HNP

Syaraf Kejepit, kita mungkin sering sekali mendengar istilah itu. Dan sebelum tahu lebih banyak, saya membayangkan syaraf kejepit itu adalah urat syaraf yang kejepit diantara ruas tulang belakang ^_^. Namun belakangan, ketika istri saya menderita penyakit ini, pengetahuan saya tentang syaraf kejepit jadi bertambah.

Istilah Syaraf Kejepit ini secara medis namanya adalah HNP (Herniated Nucleus Pulposus). Berupa pembengkakan atau tonjolan yang terjadi pada bantalan antar ruas tulang belakang. Seperti kita ketahui, tulang belakang manusia itu beruas-ruas. Nah, antar ruas ini ada semacam bantalannya. Syaraf kejepit alias HNP ini adalah ketika bantalan antar ruas ini menonjol keluar dari rongganya dan menekan saluran syaraf. Kondisi ini menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Meski saya belum pernah merasakannya, namun saya melihat sendiri ketika istri saya kesakitan sampai bibirnya membiru.


Bagaimana bisa bantalan ini menonjol keluar?

Penyebab utama terjadinya HNP ada hubungannya dengan proses penuaan atau keausan bantalan antar tulang. Seiring bertambahnya usia, kadar air yang dikandung bantalan ini semakin berkurang. Hal ini mengakibatkan bantalan jadi kurang fleksibel dan rentan robek atau pecah. Adapun penyebab lainnya bisa jadi karena sering mengangkat benda berat dengan posisi badan membungkuk. Ketika  kita mengangkat beban, badan kita membungkuk dan menggunakan otot punggung untuk mengangkat. Hal ini menyebabkan tekanan berat pada bantalan-bantalan tulang punggung, dan ini beresiko menimbulkan HNP.


Adapun untuk HNP yang diderita istri saya, sepertinya bukan karena penuaan, mengingat istri saya masih mudah. Ehm…. ^_^ jadi mungkin penyebabnya adalah sering mengangkat beban secara membungkuk. Ditambah lagi, dia pernah beberapa kali mengalami jatuh duduk. Sehingga mungkin formasi tulang belakang atau bantalannya sedikit berubah.

Sebenarnya kalau sekedar terjadi sekali dua kali saja jatuh duduk, resiko HNP sangat kecil. Namun ada faktor yang berpengaruh yang membuat bantalan jadi membengkak. Faktor ini adalah kekuatan otot punggung. Kalau otot punggung seseorang kuat, ketika mengalami jatuh atau goncangan atau tekanan, meski terjadi perubahan posisi antar ruas tulang belakang, karena otot punggungnya kuat, maka susunan ruas tulang belakang dan bantalannya akan kembali ke kondisi normal.

Masalahnya adalah, orang-orang sekarang sedikit sekali berolahraga atau melatih otot-ototnya, sehingga otot tubuh mereka lemah, termasuk otot punggung. Akibatnya ketika terjadi perubahan posisi tulang punggung, otot punggungnya tidak cukup kuat untuk menarik tulang kembali ke posisi normal. Dan terjadilah HNP.

Bagaimana penyembuhannya?

Jika HNP ini masih pada taraf awal, maka penyembuhan dengan fisio terapi dan olah raga renang, bisa membantu memulihkan kondisi tulang punggung dan bantalannya. Namun pada kondisi akut, mau tidak mau harus dilakukan operasi. Operasi yang dilakukan disini adalah untuk menghilangkan bagian bantalan yang menonjol dan menekan syaraf.

Nah HNP yang diderita istri saya pun termasuk yang harus dioperasi. Adapun jenis operasi yang dilakukan adalah MED (Micro Endoscopic Dissection). Dokter membuat sayatan kecil di atas bagian yang kena HNP. Lalu dengan bantuan kamera dan peralatan operasi canggih, bagian yang menonjol dan menekan syaraf ini bisa dihilangkan.



Alhamdulillah setelah dioperasi MED ini, istri saya tidak merasakan sakit lagi. Kalau pun ada, itu adalah rasa sakit akibat sayatan pada bagian yang dioperasi.

Istri saya dirawat di Rumah sakit, total selama 5 hari. Namun demikian ketika pulang kerumah, tidak bisa langsung beraktifitas seperti biasa, karena bagaimanapun tindakan operasi ini berdampak trauma sementara, seperti sakit pada luka operasi, terus ketika mau duduk atau berbaring masih agak-agak takut, badan masih lemah, dsb.

Malahan pada 24 jam pertama setelah operasi, istri saya sempat mengalami sulit buang air kecil. Penyebabnya adalah sisa pengaruh bius yang mungkin mempengaruhi mekanisme organ kandung kemih. Untunglah susah buang air kecilnya tidak berlangsung lama. Hari kedua sudah berangsur pulih.

Nah, bagi temen-temen yang masih sehat segar bugar, jangan terlena. Rajin-rajinlah berolahraga sehingga otot-otot tubuh kita menjadi kuat. Dengan demikian berbagai resiko cedera yang bisa timbul akibat lemahnya otot, bisa diminimalkan.