Featured Post

Legenda Olah Raga Indonesia

Pada masa kejayaannya, dunia olah raga Indonesia menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kawasan Asia bahkan dunia. Atlit-atlit Indonesia d...

Aug 18, 2016

Kereta Jakarta Cikarang

Stasiun Lemah Abang
Stasiun Lemah Abang

Bagi sebagian besar penduduk Jakarta, Cikarang adalah suatu tempat yang sangat jauh. Karena Cikarang itu letaknya diluar Bekasi. Bekasi aja udah jauh, apa lagi Cikarang ^_^. Padahal kalau melihat plang penanda jarak di Jalan Tol, jarak Jakarta-Cikarang itu hanya 30 Km.

Saya sekarang tinggal di Cikarang sementara kerja masih di Jakarta. Tiap hari dilaju Cikarang-Jakarta, adapun transportasi yang saya gunakan adalah
Kereta Api, tepatnya Kereta Api Diesel jurusan Jakarta – Cikampek dan Jakarta - Purwakarta. Kalau di stasiun, kereta ini biasa disebut Kereta Api Lokal, jurusan Jakarta – Cikampek dan Jakarta – Purwakarta. Kenapa ada dua? Karena memang ada dua trayek walaupun satu arah. Yang satu, keretanya hanya sampai Cikampek saja, sedang yang satu lagi lanjut sampai Purwakarta. Saya biasanya naik dan turun di stasiun Lemah Abang, karena rumah saya letaknya dekat Stasiun Lemah Abang.

Jadwal kereta Jakarta - Cikampek
Jadwal kereta Jakarta - Cikampek - per 1 April 2017
Untuk jadwal keberangkatannya, dalam satu hari ada 6 pemberangkatan, pagi 3 dan sore 3. Nah jadwal dari Stasiun Lemah Abang adalah pagi, jam 05:31, 06:03, dan 06:57 sedangkan sore adalah jam 15:25 dan 15:51. Saya biasanya naik yang jam 6:03.  Lamanya perjalanan kurang lebih 1 jam 20 menit, walaupun toleransinya cukup besar ^_^ Kalau lagi cepet, dalam satu jam saja sudah nyampe, tapi kalau lagi lambat, bisa 1 jam 40 menit baru nyampe. Hal ini bisa terjadi karena sepertinya tiap kereta itu ada prioritasnya. Jalur kereta kan terbatas, sedang kereta yang akan lewat banyak. Kalau pada suatu saat ada dua kereta yang akan melewati suatu jalur, maka salah satu harus ngalah. Dan sudah bisa ditebak, Kereta Lokal adalah kereta yang harus ngalah ^_^.

Kalau jadwal sebaliknya, dari Tanjung Periuk – Cikampek : Pagi 09:55, 11:05 dan sore jam 16:15, 17:10 dan 19:05

Enaknya naik kereta lokal ini adalah, dia tidak berhenti di tiap stasiun. Untuk rute Lemah Abang – Jakarta ini,  kereta hanya berhenti di 5 stasiun saja, yakni: Stasiun Cikarang, Tambun, Pasar Senen, Kemayoran dan terakhir stasiun Tanjung Priuk. Oleh karena itu, waktu tempunya relative cepat. Adapun kalau rute sebaliknya, Jakarta – Lemah Abang, kereta berhenti di 4 stasiun, dari Tanjung Periuk, kereta hanya berhenti di stasiun Kemayoran, setelah itu bablas langsung ke Tambun, Cikarang dan Lemah Abang. Jadi untuk rute Jakarta – Cikampek / Purwakarta ini, tidak berhenti di stasiun Senen.

Rute Kereta Lokal Purwakarta dan Merak
Rute Kereta Lokal Purwakarta dan Merak
Ketika berangkat kerja, saya biasa turun di stasiun Pasar Senen. Saya memilih turun disini dan tidak di Stasiun Kemayoran atau Tanjung Periuk, karena rute menuju kantor saya paling singkat. Dari stasiun ini saya hanya tinggal naik metromini 15, jurusan Senen-Setiabudi. Kebetulan metromini ini melewati kantor saya, sehingga saya bisa turun tepat didepan gedung kantor. Metromini ini juga rutenya gak belibet dan jauh, relative lurus-lurus saja, sehingga lebih cepat. Jalan yang dilalui pun bukan jalan utama, sehingga potensi terkena macet kecil. Ada sih beberapa titik yang rawan kena macet, namun masih acceptable lah ^_^

Waktu tempuh total dari rumah ke Kantor ini kurang lebih 2,5 jam. Jika dari rumah saya berangkat jam 5:30 pagi, jam 8:00 biasanya saya sudah berada di Kantor.

Harga tiket kereta api lokal Jakarta – Cikampek dan Jakarta – Purwakarta adalah Rp. 6000,-  dan Rp. 5000,-. Yang 6rb adalah tiket Kereta PATAS Purwakarta, sedang yang 5rb adalah tiket Kereta Ekonomi Cikampek. Adapun sistemnya adalah karcis yang dicetak. Kita harus datang ke stasiun, menuju ke loket penjualan karcis, bayar seharga tiket, karcis dicetak saat itu juga. Nanti karcis ini jadi “tiket masuk” ke dalam stasiun, ditunjukkan ke satpam yang menjaga pintu masuk. Selain itu nanti di atas kereta tiket ini juga akan ditanyakan oleh Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api). Biasanya di tengah jalan, Polsuska akan keliling ke seluruh gerbong kereta memeriksa setiap penumpang. Kalau ada penumpang yang tak punya karcis, maka dia akan diturunkan di stasiun terdekat.

Tiket Kereta
Tiket Kereta
Untuk kereta api lokal ini tidak ada system langganan. Setiap kali kita harus membeli karcis di loket.  Padahal kalau ada system langganan gitu enak ya. Kita tidak harus tiap kali mengantri di depan loket, cetak karcis di atas kertas, yang nantinya karcis kertas ini hanya akan jadi sampah. Oh iya satu lagi, tiket kereta api lokal ini dikuota. Maksudnya, misalnya untuk satu jadwal keberangkatan, hanya disediakan 1000 tiket, dan 1000 tiket ini didistribusikan di seluruh stasiun yang dilalui oleh kereta api lokal. Kalau 1000 tiket ini sudah terjual habis, maka loket akan tutup, dan didepannya akan memasang papan keterangan “tiket habis”. Kalau sudah begini, kita terpaksa menunggu kereta berikutnya atau kalau sudah habis jadwal keretanya, terpaksa harus mencari alternative sarana transportasi yang lain.

Saya sih berharap PT. KAI mempunyai system yang bisa menganalisa perilaku penumpang KA, sehingga bisa mengetahui tren penumpang KA lokal yang terus naik jumlahnya. Berdasarkan hasil analisa ini PT. KAI akan menambah kuota tiket, atau sukur-sukur menambah jadwal keberangkatannya. MIsalnya, untuk pagi, dari 3 keberangkatan jadi 4 keberangkatan. Jam 5:30, 6:00, 6:30 dan 7:00. Kalau begini enak banget.

Memang sih sekarang tengah berlangsung proyek pembangunan jalur kereta komuter line (kereta listrik) sampai stasiun Cikarang. Namun jika melihat progressnya, sepertinya jalur ini baru akan beroperasi tahun 2017. Masih setahunan lagi. Nah dalam rentang waktu tersebut, kenaikan jumlah penumpang mungkin saja diluar kapasitas KA lokal. Maka solusi sementara bisa dengan menambah kuota tiket, atau sukur-sukur menambah jadwal ^_^

Stasiun Kemayoran
Stasiun Kemayoran
Ketika pulang kerja, saya biasa naik dari stasiun Kemayoran. Dari kantor ke stasiun Kemayoran bisa memakan waktu cukup lama, padahal kalau dihitung jarak mah, dari kantor ke stasiun Kemayoran ini hanya 7 Km saja. Tapi ya begitulah Jakarta ^_^ pas jam sibuk pula. Dari Kantor saya naik busway ke Harmoni, transit disini, ganti bus yang jurusan Pasar Baru. Turun di Halte Pasar Baru. Dari sini lanjut jalan kaki sekitar 800 meter ke stasiun Kemayoran. Kalau dari Kantor jam 17:40, sampai sta. Kemayoran sekitar jam 18: 45. Pada jam segini, saya gak bakal kebagian kereta pertama maupun kedua, mau gak mau naik kereta api terakhir yang melewati kemayoran jam 19: 23. Namun saya bisa memanfaatkan waktu kurang lebih 40 menit ini untuk sholat Maghrib dan Isya.

***
Tulisan ini telah diperhbaharui, 12 Juni 2017. Karena terjadi perubahan trayek dan jadwal kereta. Tadinya trayeknya CIkampek/Purwakarta - Jakarta Kota, jadwal barunya CIkampek/Purwakarta - Tanjung Periuk. Jamnya juga ada perubahan, silahkan dilihat di foto jadwal kereta tanggal 1 April.

Mohon maaf kalau sebelum dilakukan update ini ada yang mengalami salah jadwal kereta.  Saya terlambat mengupdate ^_^'