Featured Post

Mudahnya perpanjang STNK dengan eSAMSAT

Awalnya saya menyangka STNK motor saya itu habis masa berlakunya bulan Juni ini. Ternyata oh ternyata setelah dilihat lagi, tanggal berlaku...

Sep 16, 2016

Mendaki Gunung Guntur Sehari Tektok


Gunung Guntur ibarat berada di pekarangan kampung halaman saya. Namun meski dekat, dari dulu saya belum pernah mendakinya. Baru kemarin saya berkesempatan menjejakkan kaki di jalur Pendakian Gunung Guntur.

Gunung yang puncaknya berada di ketinggian 2249 mdpl ini mempunyai "wujud" yang unik, berbeda dengan gunung-gunung disekitarnya.



Jika gunung disekitarnya tampak hijau penuh pepohonan, maka G. Guntur gersang sendiri. Dari kejauhan tubuhnya terlihat coklat pirang. Warna ini dibentuk oleh permukaannya yang
hanya ditumbuhi rumput dan ilalang. Jarang sekali pohon kayu keras yang tumbuh dipermukaanya. Adapun penyebab dari sangat sedikitnya pohon kayu keras yang tumbuh di tanah G. Guntur ini mungkin karena permukaannya yang berupa pasir, bukan tanah biasa. Hampir sekujur tubuh gunung Guntur terdiri dari pasir.

Karena kaya akan pasir, di beberapa tempat di kaki gunung terdapat lokasi penambangan pasir. Konon katanya, pasir G. Guntur ini sangat bagus untuk bahan bangunan. Nah kalau kita hendak mendaki gunung Guntur ini, pintu utamanya juga terletak di sebuah lokasi penambangan pasir. Ketika memulai pendakian kita akan melewati sebuah tempat yang terdapat mesin dan alat-alat berat penambang pasir.

Tambang Pasir G. Guntur
Tambang Pasir G. Guntur

Jalur pendakian di G. Guntur terdiri dari dua type yakni jalur hutan dan disambung dengan jalur tanjakan pasir.

Jarak dari pos pendaftaran sampai ke puncak sebenarnya tidak terlalu jauh, mungkin hanya 3-4 Km saja. Makanya kemarin saya bisa mendaki tektok, berangkat pagi jam 10-an, sampai puncak jam 2 siang, istirahat sebentar lalu turun sekitar jam 2:30, sampai bawah jam 4:30 sore. Namun jangan salah, meski relatif pendek, jalur pendakiannya memiliki tantangan tersendiri. Terutama ketika kita mendaki menuju puncak, kita harus melalui tanjakan curam yang berupa tanjakan pasir.

Rute Pendakian Gunung Guntur
Rute Pendakian G. Guntur

Dari pos pendaftaran sampai puncak dibagi menjadi 4 bagian, yakni Pos 1,2 dan 3 dan Puncak. Pos 1-3 merupakan jalur hutan yang menyusuri pinggiran sebuah sungai kecil. Di sepanjang jalan dari pos pendaftaran, pos 1 sampai pos 2, masih terdapat beberapa warung yang menjual makanan dan minuman. Namun dari pos 2 ke pos 3 tidak ada lagi warung, hanya jalur hutan saja.
Pos 1 gunung Guntur
Warung dan tempat istirahat di Pos 1
Jalur Pendakian gunung Guntur
Jalur pendakian hutan, jalannya berbatu
Sungai di jalur pendakian gunung Guntur
Sungai kecil di sisi jalur pendakian
Pendaki Cilik SD kelas 3
Pendaki Cilik kelas 3 SD

Pos 3 merupakan akhir dari jalur hutan. Di pos 3 terdapat lahan datar cukup luas yang dijadikan camping ground. Oh iya, di G. Guntur ini kita dilarang mendirikan tenda di puncak. Kalau kita mendaki dan mau camping, maka kita harus mendirikan tendanya di pos 3 ini. Di pos 3 juga terdapat sumber air untuk memenuhi kebutuhan air kita.
Pos 3 gunung Guntur
Pos 3

Pos 3 gunung Guntur
Pos 3 gunung Guntur

Pos 3 gunung Guntur
Suasana di Pos 3
Jalur selanjutnya adalah sajian utama dari pendakian G. Guntur. Dari pos 3 ke puncak kita harus menempuh tanjakan yang sangat curam, kemiringannya mungkin mencapai 70 derajat. Tidak cukup sampai disitu, tantangan tanjakan ini disempurnakan dengan jalur tanjakannya yang berupa pasir yang kalau kita menginjaknya bisa melorot kebawah. Karenanya tanjakan ini suka digambarkan sebagai naik lima langkah turun dua langkah, karena pijakan pasirnya yang suka melorot.
Tanjakan pasir puncak Guntur
Tanjakan menuju puncak
Tanjakan pasir puncak Guntur
Tanjakan menuju puncak

Ketika menempuh tanjakan ini kemarin, saya cukup kewalahan ^_^. Padahal saya menempuhnya tidak lurus langsung ke atas, tapi zigzag ke sisi kiri dan kanan. Pikir saya, zigzag biar tidak terlalu membebani otot kaki, sehingga kaki tidak mudah kram. Hanya saja cara zigzag ini membuat waktu tempuh jadi lebih panjang. Meski dari Pos 3 terlihat cukup dekat, ternyata setelah ditempuh, Puncak itu jauh juga, apa mungkin karena tanjakannya yang sangat curam ya. Tak terhitung banyaknya saya berhenti di sepanjang tanjakan pasir itu. Saya mendaki tidak bisa lebih jauh dari belasan langkah.

Ditengah jalan saya menemukan beberapa sepatu jebol yang ditinggal pemiliknya. Pendakian ke puncak ini memang berat, sampai-sampai sepatu pun jebol. ^_^

sepatu jebol di Tanjakan pasir puncak Guntur
Sepatu jebol di tengah tanjakan


Btw, di pos 3 dan puncak G. Guntur kita masih dapat sinyal Handphone lho. Jadi gak perlu khawatir mati gaya. ^_^

Beberapa informasi penting:

Transportasi:

Jika kita menggunakan transportasi umum dari Jakarta:

  • Naik bus jurusan Jakarta-Garut. Kita bisa naik bisnya dari Terminal Kampung Rambutan, Terminal Lebak Bulus, Fly Over Pasar Rebo atau dari pool Bis Primajasa di Cililitan.
  • Setelah bis memasuki kawasan Garut, tepatnya di kecamatan Tarogong, kita turun di SPBU Tanjung.
  • Dari sini kita bisa lanjut naik mobil pickup yang biasanya standby disana. Mobil pickup ini akan mengantarkan kita sampai kampung terakhir tempat pos pendaftaran berada. Mobil pickup baru akan berangkat kalau jumlah penumpangnya minimal 10 orang.
  • Kalau perorangan, kita juga bisa naik ojek.

Ongkos-ongkosnya:

  • Bis Jakarta – Garut: 52rb/orang
  • Pickup: 15rb – 20rb/orang
  • Ojek: 20rb-25rb

Kalau PP ya tinggal dikali dua aja ^_^


Kalau kita membawa kendaraan pribadi, disekitar pos pendaftaran terdapat banyak tempat parkir/penitipan.


Selanjutnya Administrasi dan Pendaftaran:

Teknis Pendaftaran cukup sederhana. Begitu sampai di pos pendaftaran, kita mengisi formulir di pos pendaftaran. Setelah itu kita akan diminta menitipkan 1 KTP asli. Jadi meskipun kita rombongan, KTP yang dititipkan cukup 1 saja dan KTP asli bukan fotocopy. Setelah mengisi formulir, kita berjalan sedikit ke depan. Didepan terdapat loket pembayaran tiket. Harga tiket camping di G. Guntur adalah 21rb/orang.

Harga Tiket Camping di Gunung Guntur
Harga Tiket Camping di G. Guntur
Formulir pendaftaran pendakian Guntur
Formulir pendaftaran pendakian
Tiket pendakian Tektok Guntur
Tiket pendakian Tektok

Sarana- prasarana:
Di sekitar pos pendaftaran terdapat banyak warung, ada warung nasi, warung kelontong, gerobak siomay, es campur, dll. Jika kita tidak sempat membeli perbekalan, kita bisa membeli perbekalan camping disini.

Pada kesempatan kemarin saya sempat mencatat nomor hp seorang sopir Pickup. Namanya pak Uyun. Kata pak Uyun, kalau mau dijemput pickup, ketika bis yang kita tumpangi sedang melewati Nagreg atau Kadungora, telpon saja, nanti pak Uyun akan bawa pickup turun dari pos pendaftaran untuk menjemput kita di tempat yang disepakati.