Featured Post

Mudahnya perpanjang STNK dengan eSAMSAT

Awalnya saya menyangka STNK motor saya itu habis masa berlakunya bulan Juni ini. Ternyata oh ternyata setelah dilihat lagi, tanggal berlaku...

Jan 3, 2017

Aksi Copet di Busway dan Metro Mini



Setelah sekian  lama melakukan perjalanan menggunakan angkutan umum, saya sedikit banyak mengamati tindak kejahatan khususnya copet di angkutan umum. Yang saya amati ada dua moda angkutan yakni Busway dan Metromini, karena dua angkutan umum inilah yang saya gunakan sehari-hari untuk berangkat dan pulang kerja.

Modus operandi copet
  • Berbaur
  • Intimidasi


Berbaur
Copet-copet akan berbaur, biasanya di angkutan umum yang penumpangnya banyak dan punya sistem tertutup, semisal Busway.

Ciri-ciri copet berbaur
  • Penampilannya tertutup supaya tidak mudah dikenali. Bisa dengan menggunakan jaket hoodie atau menggunakan masker. 
  • Mereka suka mepet-mepet dan berdesak-desakan, meski pada saat itu ada tempat yang lebih lowong
  • Sepertinya mereka beraksi dalam tim. 
Lokasi aksi

Mereka akan mengambil posisi di tempat yang paling sering berdesak-desakan yakni di dekat pintu keluar. Kawanan copet ini akan melancarkan aksinya mencopet, ketika keriuhan terjadi saat akan keluar bus di halte-halte. Pada saat keluar bus, otomatis orang akan berdesakan, dan perhatiaanya terpecah, pada saat itulah copet beraksi.

Selama diperjalanan, mereka akan mengamati penumpang untuk menentukan calon korban, setelah itu akan mengambil posisi paling enak supaya tangannya leluasa bergerak. Dan teman satu timnya akan mengambil  posisi tertentu, sehingga ketika satu orang berhasil mengambil dompet atau HP, barang tersebut langsung dioper ke temannya. Dengan demikian kalau sampai si pelaku pencopetan tertangkap tangan, pada dirinya tidak ada barang bukti, karena hasil copetan sudah dioper ke temannya.

Ada juga yang kalau benar-benar tertangkap dan dia tidak bisa mengoper ke teman, barang hasil copetannya itu akan dijatuhkan, sehingga pada dirinya tidak ada barang bukti.


Intimidasi
Mencopet dengan intimidasi akan dilakukan pada angkutan umum yang lebih kecil semisal metromini (metromini, kopaja, apapun namanya). Kawanan copet ini akan naik secara bergerombol antara 3 sampai 5 orang. Karena jumlah mereka banyak, mereka akan leluasa menjalankan aksinya. Kalaupun aksi mereka sampai diketahui, tak ada penumpang yang akan berani melawan karena mereka jumlahnya banyak.  Hal ini membuat kawanan copet ini semakin berani, tak jarang mereka terang-terangan merogohkan tangannya ke tas penumpang.

Ciri-ciri
  • Naik secara serempak di pintu depan dan belakang, minimal 3 orang
  • Penampilan mereka umumnya kasar, meski ada juga yang berpenampilan “kantoran”
  • Mereka suka berbicara bahasa yang gak jelas, mungkin kode atau apalah
  • Mereka beraksi di ruas-ruas jalan yang sepi, yang jarang ada orang apalagi polisi. Kawanan copet ini akan turun ketika angkutan umum akan memasuki area yang ramai atau banyak polisi 
Cara beraksi
Mereka melancarkan aksi mencopet ketika penumpang akan turun. Saat penumpang akan turun, perhatiannya terpecah, sehingga copet leluasa beraksi. Yang jadi sasaran aksi lebih banyak tas tenteng perempuan yang biasanya terbuka. Meski tak jarang juga tas backpack yang sakunya mudah dijangkau.

Terkadang ketika ada penumpang yang akan turun, oleh satu orang anggota copet akan didesak-desak. Otomatis penumpang ini melihat ke orang yang mendesak itu bahkan mungkin protes, namun pada saat inilah perhatiannya fokus ke orang yang mendesak-desak sehingga tidak menyadari ada anggota copet lain yang menggerayangi tas atau sakunya.

Pada umumnya angkutan jenis metromini diawaki oleh 2 orang, 1 supir dan 1 kernet. Namun sekarang ini banyak juga metromini yang tidak pake kernet, jadi penumpang membayar ongkos langsung ke sopir di depan. Nah, biasanya copet akan memposisikan diri di dekat pintu depan, sehingga ketika penumpang akan membayar, perhatiannya fokus ke supir, saat inilah copet akan melancarkan aksinya.

Tips-tips pencegahan

  • Tempatkan barang berharga di tempat yang sangat sulit dijangkau. Untuk keperluan ongkos-ongkos, sebaiknya siapkan uang pas.
  • Ketika di metromini, sebisa mungkin jangan menggunakan hp, kalaupun harus, pastikan disimpan kembali di tempat yang aman yang tidak mudah dijangkau tangan jahil
  • Selalu waspada tapi jangan paranoid. Waspada sama paranoid beda ^_^ kalau waspada itu dia menyadari kondisi dirinya sendiri, situasi di sekitarnya dan tahu apa yang sedang dia lakukan dan apa yang harus dia lakukan kalau sesuatu terjadi. Kalau paranoid, dia diliputi oleh ketakutan yang berlebihan dan mengambil tindakan pengamanan yang kelewat batas. Contoh kecil paranoid, seseorang yang mencurigai setiap orang yang berjalan dibelakang dirinya. Padahal belum tentu kan orang yang berjalan dibelakannya itu berniat jahat ^_^.

Permohonan kepada pihak Kepolisian 
Tindak kriminal pencopetan ini sudah berlangsung lama, dan kian hari kian meresahkan. Kepada pihak kepolisian dimohon untuk menumpas kawanan copet ini. Kalau selama ini Polisi sering mengadakan razia kendaraan bermotor, maka akan lebih hebat lagi kalau Polisi lebih sering lagi mengadakan razia copet dan penjahat lainnya.

Malah kalau perlu lakukan penyerbuan ke sarang mereka. Saya yakin Polisi mampu melakukan itu. Kalau yang katanya teroris aja bisa diketahui lokasi persembunyiaanya kemudian ditumpas, kenapa tidak kawanan penjahat seperti copet pun dilakukan hal yang sama, gerebek sarangnya, kemudian ditumpas habis.

Turn Back Crime!